Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Tetangga, Aparat Penegak Hukum Tidak Tindaklanjuti Laporan

4392
×

Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Tetangga, Aparat Penegak Hukum Tidak Tindaklanjuti Laporan

Sebarkan artikel ini
Bocah 13 Tahun Dirudapaksa
Korban didampingi kedua orang tuanya ketika memberikan keterangan pada Sabtu (09/04).
Bocah 13 Tahun Dirudapaksa Tetangga, Aparat Penegak Hukum Tidak Tindaklanjuti Laporan

BEKASI, Kobra Post Online – Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin begitu pribahasa yang cocok menggambarkan nasib SW (13) saat ini. Bagaimana tidak, usai jadi korban rudapaksa tetangganya sendiri, laporan kepolisiannya juga tidak ditindaklanjuti sama sekali oleh aparat penegak hukum.

Warga Kampung Bojong, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi yang juga merupakan seorang putri penjual siomay itu kini harus menjalani hidupnya dalam trauma mendalam. Sedangkan SBR, si pria hidung belang yang tega mencabulinya masih hidup bebas seolah tak bersalah.

Kejadian mengerikan bagi SW ini harus dialaminya sepanjang tahun 2021. Dalam satu tahun itu, SBR terus menerus melakukan aksi kejinya sembari mengancam akan membunuh SW jika menolak atau mengadu pada orang lain.

Awalnya, SBR yang tinggal terpisah dengan istri dan anaknya di Kavling Sukamaju 2, sering meminta SW untuk membelikannya rokok ke warung. Lama-kelamaan, SBR meminta SW untuk tinggal di rumahnya acapkali istri dan anaknya datang pada Sabtu dan Minggu. Alasan SBR, agar SW bisa menemani anak dan istrinya ketika mereka berkunjung. SBR juga mengajukan permintaan ini secara langsung kepada orang tua SW. Tanpa rasa curiga apapun, ibu SW yang berinisial M memberikan izin.

Akhirnya, setiap akhir pekan, SW memenuhi keinginan SBR untuk menetap di rumahnya. Tak disangka-sangka, nyatanya istri dan anak SBR tidak datang setiap minggu, sering kali SW hanya berduaan dengan SBR di rumah itu. SBR memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan aksi bejatnya pada SW. Setiap selesai melakukan aksinya itu, SBR selalu memaksa SW menenggak minuman bersoda supaya benih yang ditanamnya di perut SW tidak berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *