Sedangkan dana ketahanan pangan, lanjut Agus, salah satu kebutuhannya untuk kegiatan kelompok tani yang mengajukan proposal.
“Dari proposal itu akan kami seleksi, mana yang bermanfaat bagi warga dan sesuai dengan ketentuan pemerintah untuk ketahanan pangan. Di desa kami ada 10 kelompok tani,” paparnya.
Untuk anggaran penanganan covid 19, sambungnya, pihak desa mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan. Selain itu, melakukan vaksinasi dan penyuluhan melalui posko satgas covid 19.
“Kita juga sudah membentuk satgas covid tingkat desa sampai tingkat dusun. Satgas itu melakukan penyemprotan, memberikan pengarahan kepada warga hingga mendampingi pada saat pelaksanaan vaksinasi,” ujar Agus.
Baca juga : 7 Desa di Rancabungur Serentak Bagikan BPNT dan BLT Minyak Goreng
Terakhir, Agus mengimbau agar KPM menggunakan dana BLT untuk membeli kebutuhan pokok (sembako) sesuai anjuran pemerintah.
“Warga bisa membeli sembako yang berkualitas bagus di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sakinah Desa Benteng. Itu pun jika KPM mau, kalau mau beli di tempat lain silahkan. Sifatnya, kami hanya menyarankan, tidak memaksa. Serta tidak ada penekanan nominal yang harus dibelanjakan,” pungkasnya.












