Pelaksanaan vaksinasi awalnya berada di 6 sentra besar. Kemudian untuk mencapai percepatan, penyelenggaraan vaksinasi berbasis wilayah di 68 kelurahan. Percepatan penyelenggaraan vaksinasi mendapatkan bantuan dari TNI dan POLRI, serta menerapkan strategi mobilisasi yang melibatkan banyak unsur. Seperti pembentukan Direktur Vaksin yang dijabat oleh para kepala OPD dengan membuka sentra-sentra vaksinasi.

Ada berbagai elemen terlibat pada penyelenggaraan vaksinasi. Untuk sumber daya manusianya, telah melibatkan berbagai pihak seperti para ASN, anggota TNI dan POLRI, Pramuka, anggota ormas, parpol dan anggota organisasi profesi dan berbagai komunitas masyarakat. Lokasi dan penyelenggaraan vaksinasi juga di dukung berbagai pihak seperti pusat-pusat perbelanjaan dan sekolah sampai dengan penyelenggaraan konsep drive thru bekerjasama dengan Halodoc. Bahkan juga terbentuk tim pemburu vaksin.
Vaksinasi hanya salah satu dari sekian upaya untuk mengatasi pandemi covid 19. Tindakan lainnya adalah testing terhadap suspek, pelacakan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan penderita covid-19, serta Isolasi bagi warga yang positif terpapar covid-19 dan penanganan klinis. Beberapa tempat untuk karantina seperti RS Lapangan, BPKP Ciawi, Asrama IPB dan pusat isolasi berbasis wilayah.
Baca juga : Menyelamatkan Mutu Lingkungan dengan LLTT

Tindakan penting lain adalah mengedukasi masyarakat untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Untuk mengedukasi masyarakat telah melakukan berbagai aktivitas. Di antaranya pembentukan RW Siaga Covid, Gerakan 1000 Masker, Gebrak Masker, Kampanye massif melibatkan SKPD, OP, Ormas, dan LSM. Pembentukan Tim Merpati dan Tim Elang, serta menyusun dan menerbitkan 9 produk hukum. Juga pembatasan aktivitas masyarakat dengan berbagai skala.

Jangan sampai ihktiar yang sudah terlaksana selama ini tidak efektif untuk mengatasi pandemi, maka tetap perlu kewaspadaan dari semua pihak. Patuhi prokes di mana pun dan dalam kegiatan apapun, karena pendemi belum usai. Semoga puncak penularan tidak terlampaui seperti yang terjadi pada Juli 2021, ketika kasus harian Kota Bogor mencapai 669 kasus positif. (Advertorial)












