Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SDN Panaragan 3 Kota Bogor Tingkatkan Minat Siswa Belajar Bahasa Inggris

3045
×

SDN Panaragan 3 Kota Bogor Tingkatkan Minat Siswa Belajar Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini
SDN Panaragan 3 Kota Bogor Tingkatkan Minat Siswa Belajar Bahasa Inggris
Siswa SDN Panaragan 3 Kota Bogor melakukan praktek berbahasa Inggris dengan bertemu langsung orang asing di Kebun Raya Bogor.

Praktek Bahasa Inggris Dengan Turis Asing

Guna meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris secara efektif, lanjut Robani, baik lisan maupun tulisan, di mana masa emas saat ini, bahwa rasa ingin tahu anak lebih banyak, sehingga membiasakannya minat berbahasa Inggris jadi lebih mudah.

“Berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi sejak 2004 serta didukung program pemerintah bahwa Kota Bogor kota dalam taman, menuju kota internasional. Dapat kita simpulkan maksud pemerintah agar masyarakat Bogor mampu berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan,” ujarnya.

SDN Panaragan 3 Kota Bogor Tingkatkan Minat Siswa Belajar Bahasa Inggris
Siswa SDN Panaragan 3 Kota Bogor saat bertemu Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.

Untuk membuktikan dan meyakini apa yang telah dipelajari di sekolah, maka SDN Panaragan 3 Kota Bogor mencetuskan program praktek bahasa Inggris langsung dengan turis Asing.

Kutub Robani menyebutkan, program itu merupakan kegiatan untuk melatih para siswa mental berbicara bahasa Inggris, dengan harapan dapat menambah semangat siswa untuk mempelajarinya. Bahkan saat praktek langsung di Kebun Raya Bogor, dirinya bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Jokowi yang menyebut kegiatan ini sangat bagus.

“Bagus-bagus, anak-anak praktek bahasa Inggris dengan turis kata Bapak Presiden Indonesia Jokowi,” ucapnya.

Baca juga: Pelajar Asal Belanda Ajak Dunia Pendidikan di Bogor Sikapi Perubahan Iklim

Adapun objek wisata yang dikunjungi yaitu Kebun Raya Bogor dengan materi tanya jawab disesuaikan kelas pelajaran sekolah meliputi pendidikan, kebudayaan, sosial dan ekonomi.

Robani menambahkan, satu jam sebelum melakukan praktek, siswa harus membaca dan mempelajarinya. Saat diperkenalkan dengan turis asing, bagi pemula diperkenankan memegang teks, namun pada pertemuan selanjutnya diharapkan sudah hafal tanpa teks.

“Melalui praktek bicara bahasa Inggris langsung dengan turis Asing, diharapkan siswa mempunyai keberanian untuk melakukan dialog mengucapkan salam dan memperkenalkan diri serta menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan situasi dan kondisi. Selain itu, siswa juga diharapkan belajar otodidak sesuai apa yang ingin ditanyakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *