Peringati Hari Bumi, Pemkot Bogor Perbanyak RTH

oleh -585 views
Ruang Terbuka Hijau
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat melakukan penanaman pohon memperingati Hari Bumi 2021.

BOGOR, Kobra Post Online – Dalam memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

Hal tersebut sesuai dengan amanat undang-undang yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan paling tidak 30 persen RTH dari seluruh luas wilayah.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pemenuhan RTH bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk Kota bogor yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi dengan luas wilayah terbatas.

“Namun sampai dengan hari ini, Alhamdulillah Kota Bogor sudah hampir mencapai 18 persen dari 30 persen pemenuhan RTH. Itu berkat upaya-upaya yang sudah kita lakukan,” kata Dedie usai melakukan penanaman pohon dalam peringatan Hari Bumi 2021 di Taman Air Mancur, Kota Bogor. Kamis (22/04/2021).

Adapun upaya yang terlaksana, lanjutnya, yaitu seperti mempercepat proses penyerahan sarana, prasarana dan utilitas. Hingga penyerahan lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari pengembang.

“Misalnya ada sekitar 120 pengembang di Kota Bogor, baru sekitar 70 yang menyerahkan. Jadi, PR kita ke depan tentu adalah bagaimana memperluas RTH. Nah itu upaya kita untuk melestarikan, khususnya penanaman pohon, pembuatan taman dan lain sebagainya,” tegas Dedie.

Menurut Wakil Wali Kota itu, Pemkot Bogor juga menghindari adanya penebangan pohon secara ilegal atau tidak sesuai prosedur dan telah mempersiapkan denda sebagai sanksinya.

Penerapan penegakan aturan itu, tambah Dedie, sudah sejak lama berjalan. Hanya saja memang, informasi terkadang tak sampai pada tataran penegak aturan. Terutama yang berada pada area-area lingkungan perkantoran, perbelanjaan, hingga pembangunan lainnya.

Baca juga : Kecamatan Bogor Utara Luncurkan Program Orang Tua Asuh

Dalam aturannya menyebut, jika ada pohon yang harus di tebang secara prosedur, maka ada persyaratan untuk mengganti jumlah pohon tertentu sebagai persyaratan penebangan sebatang pohon.

“Itu salah satu saja. Artinya masyarakat harus proaktif, membantu pemerintah untuk ikut melestarikan dan menjaga alam. Yang kedua, kalau ada pelanggaran-pelanggaran, seperti yang tidak berizin itu harusnya dilaporkan juga,” pungkasnya.

Reporter          : Hamid

Editor              : M. Sutisna

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *