Lebih lanjut, Jenal berjanji, akan mengawasi ketat penggunanaan anggaran pembangunan Masjid Agung agar tidak terjadi kesalahan dan keterlamabatan lagi dalam pengerjaannya yang bisa merugikan masyarakat.
“Kalau terjadi kelalaian dalam pengerjaan kan yang dirugikan masyarakat. Maka kami di DPRD Kota Bogor akan mengawasi secara ketat penyelesaian Masjid Agung ini,” kata Jenal yang akrab di sapa Kang Km.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan bahwa DPRD menginginkan ada laporan tertulis yang menjelaskan proses perjalanan pembangunan Masjid Agung.
Atang berharap, bahwa tidak ada tumpang tindih pekerjaan antar tahun yang sudah berjalan, sehingga anggarannya memang benar-benar efektif dan optimal.
“Kami minta laporan tertulis terkait pelaksanaan pembangunan sekaligus dengan rencana anggaran dan realisasinya. Jangan sampai, akhirnya memakan anggaran yang jauh lebih besar dibanding rencana awal akibat molornya pekerjaan tiap tahunnya,” tegasnya.
Baca juga: Masjid Agung Masih Mangkrak, PKS Kecewa Kepada Pemkot Bogor

Seharusnya, lanjut Atang, pembangunan Masjid Agung dikerjakan melalui skema multiyears seperti yang telah disarankan DPRD di akhir 2021 lalu.












