Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Meriah, Kecamatan Rancabungur Gelar Upacara Hari Santri dan Peringatan Maulid Nabi

332
×

Meriah, Kecamatan Rancabungur Gelar Upacara Hari Santri dan Peringatan Maulid Nabi

Sebarkan artikel ini
Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2023. (Foto: Dok. Junaedi).

BOGOR, Kobra Post Online – Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 November digelar Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor dalam upacara yang dilaksanakan di halaman kantor kecamatan setempat pada Senin (23/10).

Acara yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dihadiri seluruh unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) diantaranya Kapolsek Rancabungur, Iptu Hartanto Rahim, Danramil Kemang/Rancabungur, Kapten Inf Koswara, Ketua MUI Kecamatan Rancabungur, K.H. M. Yani, Kepala KUA, H. A. Zalul Amin, pokja pondok pesantren, MUI desa se-Kecamatan Rancabungur dan elemen-elemen lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Algifari mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang  diawali dengan upacara.

“Setelah upacara dilanjutkan penampilan MHQ (Musabaqah Hifdzil Quran) yang merupakan perwakilan Kecamatan Rancabungur mendapatkan juara 3 tingkat Kabupaten Bogor,  kemudian yang bertindak sebagai Qari adalah juara umum lomba Tilawah Al-Quran tingkat Kecamatan Rancabungur, dan penceramah K. Abdul Rahman Malik,” kata Algi sapaan akrabnya kepada Kobra Post Online di Kantor Kecamatan Rancabungur.

Baca juga: MUI Kabupaten Bogor Gelar Pembinaan di Rancabungur, Ini Tujuannya

Lanjut Algi, pesan yang terkandung dalam acara ini, yaitu sesuai dengan tagline Hari Santri Nasional 2023 “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Maka, ia berharap dengan kolaborasi antara pemerintah desa maupun kecamatan agar bisa merangkul semua santri, dan menyalurkan bakat santri.

“Sehingga para santri bisa berkarya, bisa berdaya dan bisa memberikan kontribusi untuk seluruh masyarakat,” ucapnya yang juga sebagai Sekertaris Umum MUI Kecamatan Rancabungur.

Ia menuturkan, dalam peringatan hari santri ini mengundang seluruh santri pondok pesantren se-Kecamatan Rancabungur, beserta dengan pimpinan ponpes. Selain itu, dalam peringatan ini juga agar santri lebih berdaya dan lebih berkarya.

“Karena wadahnya sudah difasilitasi untuk ruang mereka (santri). Sehingga bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat disekitarnya,” tuturnya.

Camat Rancabungur, Dita Apriia.
Baca juga: Reses Anggota DPRD, Kecamatan Rancabungur Usulkan Pembangunan

Di tempat yang sama, Camat Rancabungur, Dita Aprilia mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini atas kolaborasi pihak kecamatan dan desa. Menurutnya acara ini berlangsung dengan lancar dan gebyar.

“Karena kami mempunyai surprise untuk jamaah yang hadir, acara ini didominasi oleh ibu-ibu pengajian serta para santri. Ibu-ibu yang sudah lama tidak mengikuti upacara, tadi kami mengharapkan ibu-ibu ini mengikuti upacara dan alhamdulilahnya masih kuat,” kata Dita.

Dengan peringatan hari santri ini, Dita berharap santri harus mempunyai semangat, seperti semangat para ulama terdahulu yang melakukan jihad. “Santri sekarang harus lebih pintar, inovatif dan kreatif menyesuaikan dengan zaman sekarang. Jadi pesantren ini jangan mau kalah dengan lembaga pendidikan yang lain,” ungkapnya.

Dalam acara ini, sambung Dita, diikuti oleh 36 pondok pesantren yang ada di Kecamatan Rancabungur. Saat upacara beberapa santri ikut andil, diantaranya panduan suara dari santri Ponpes Al furqon, pembacaan ikrar santri dari santri Ponpes Rafah. “Kepala Desa Bantarsari menjadi komandan upacara, jadi kita semua berkolaborasi,” katanya.

Penceramah dalam acara perigatan Maulid Nabi.
Baca juga: Program P5 SMPN 1 Rancabungur Deklarasikan Anti Bullying

Ia berpesan kepada orang tua yang mengikuti acara ini agar bisa menjaga generasi muda, dan jangan salah mendidik anak. “Harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman sekarang,” pintanya.

“Jadilah seorang santri yang memiliki etika yang baik, tetap berpegang teguh terhadap didikan yang diberikan kiai atau pimpinan pondok pesantren. Insya Allah kiai-kiai ini mengajarkan yang positif dan baik,” tambahnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *