Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Master Plan Deltamas Cikarang Pusat Berubah-ubah, Ada Apa?

2611
×

Master Plan Deltamas Cikarang Pusat Berubah-ubah, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Kota Deltamas Cikarang
Kawasan Kota Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

BEKASI, Kobra Post Online – Master plan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) Kota Deltamas Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi berubah-ubah.

Hal itu terungkap saat awak media mewawancarai Sekretaris Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi, Beni Saputra di kantornya pada Selasa (24/1).

Beni menyebutkan, dulu yang dijadikan master plan pertama untuk jalur kereta cepat adalah lahan komersil, bukan fasos fasum.

“Hanya saya agak lupa, itu tahun berapa. Kemudian ada wacana mau dibangun ITB dijadikanlah fasos fasum, jadi dirubah master plannya. Dan yang bertanda tangannya siapa saya kurang tahu,” ucapnya.

Terkait rencana pembangunan ITB, Beni menjelaskan, itu atas persetujuan Bupati terdahulu.

“Saat itu antara zamannya Bupati Saleh Manaf atau pak Sa’duddin, saya kurang tahu pastinya. Kemudian pada masa Bupati Neneng, pembangunan ITB itu tidak jadi. Masalahnya kenapa tidak jadi, saya juga kurang tahu,” paparnya.

Pada masa Tarigan, lanjutnya, karena pembangunan ITB tidak jadi, maka fasos fasum diubah lagi menjadi komersil, yang sekarang dijadikan kereta cepat itu.

“Cuma fasos fasumnya dimana belum tercantum di master plan. Tapi di tabulasinya ada, cuma lokasinya dimana belum ada di masternya itu. Nah pak Suhup juga mengeluarkan master plan Delta juga, namun belum ada lokasinya dimana di master plan itu,” katanya.

Beni Saputra Sekdis Cipta Karya Kabupaten Bekasi
Sekretaris Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi, Beni Saputra.

Menurut Beni, untuk menyelesaikan persoalan itu, akhirnya master plan dirubah lagi saat dirinya menjadi Plt.

“Di saat saya jadi Plt, saya ingin satu-satu selesai lah, biar ada kepastian, baik untuk pemda maupun pengembangnya. Akhirnya diubah lagi master plan. Kalau di zaman saya ada yang 40 hektar itu saya munculkan di master plannya”, tuturnya.

Fisiknya, sambung Sekdis, berada di Rawa Binong, kembali ke perencanaan awal.

“Tepatnya berada di samping pintu tol Deltamas.Di master plan perubahan itu tertulis fasos fasum garis miring ITB,” imbuhnya.

Baca juga: Fasos Fasum Deltamas Pindah ke Rawa Binong, Ada Apa dengan DCKTR Kabupaten Bekasi?

Saat ditanya terkait revisi master plan perubahan yang tidak mencantumkan tanggal hanya bulan dan tahun saja pada 2021, Beni Saputra meminta agar awak media menemui bawahannya, yaitu Diki atau Richen.

“Revisi tanggal berapa-berapanya tanya di sana, zaman pak Suhup itu mah. Pada tahun 2019 pak Tarigan, tahun 2021 pak Suhup, kemudian saya juga. Cuma intinya saya mah gini, untuk menyelamatkan aset Pemda saya semangatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *