Mahasiswa IPB Persembahkan Aquaponik Untuk KWT Kenanga Babakan

oleh -386 views
Mahasiswa IPB
Lurah Babakan Mohammad Arifin saat meninjau Aquaponik buatan mahasiswa IPB. (Foto : Dok. Yaso)

BOGOR, Kobra Post Online – Pemanfaatan lahan sempit bisa untuk mendukung pertanian di perkotaan, sekaligus juga untuk ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu cara yang bisa digunakan dalam pemanfaatan lahan sempit adalah budidaya tanaman dengan metode Aquaponik. Teknik ini merupakan sebuah alternatif menanam tanaman sekaligus memelihara ikan dalam satu wadah.

Metode Aquaponik diperkenalkan oleh mahasiswa IPB saat melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.

Mahasiswa IPB membuat Aquaponik di Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga RW 01 Kelurahan Babakan. Setelah membuat Aquaponik, mahasiswa IPB menyerahkannya kepada pengurus KWT Kenanga saat penutupan KKN-T pada Jum’at 6 Agustus 2021. Sekaligus pelepasan benih ikan nila secara simbolis oleh Lurah Babakan Mohammad Arifin.

Lurah Babakan Mohammad Arifin mengapresiasi kegiatan-kegiatan KKN-T kelompok 18 mahasiswa IPB. Salah satunya memperkenalkan media Aquaponik yaitu menanam sayur mayur sekaligus memelihara ikan dalam satu wadah.

“Aquaponik sejalan dengan program Pemerintah Kota Bogor, Urban Farming, dan Bogor Berkebun. Selain itu tindak lanjut dari inovasi Kelurahan Babakan yaitu Basipa (Babakan Siaga Pangan),” tutur Arifin.

KKN-T
Foto bersama mahasiswa IPB kelompok KKN-18 bersama Lurah Babakan.

Lanjut Arifin, Aquaponik akan menambah koleksi Kebun KWT Kenanga. Setelah sebelumnya ada media tanam hidroponik, budikdamber (Budidaya Ikan dalam ember) dan budidaya lebah Trigona.

Selain Aquaponik, sambung Arifin, mahasiswa IPB ini juga meluncurkan Basimun (Babakan Siaga Imun). Yaitu pemanfaatan tanaman obat dan madu lebah Trigona hasil produk kebun KWT Kenanga. Untuk dijadikan minuman herbal yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh/ imun dimasa pandemi.

Baca juga : Cerita Tukang Sol Sepatu di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN-18, Adam Arif W menyebutkan, kegiatan KKN-T kali ini lebih banyak pada kegiatan sosialisasi secara online. Karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) yang membatasi kegiatan tatap muka. Namun, KKN-T tetap berjalan selama 40 hari sesuai program.

“Aquaponik salah kegiatan KKN-T yang kami rancang, merupakan tindak lanjut dari hidroponik yang sudah di buat teman mahasiswa IPB yang melaksanakan KKN-T tahun 2020 lalu di Kelurahan Babakan,” pungkasnya.

Reporter          : Yaso

Editor              : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *