Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Matt Downing menjelaskan, Negara Inggris baru saja memiliki raja baru, yakni Raja Charles III yang dinobatkan pada 6 Mei lalu. Dan setiap Juni, seluruh dunia ikut merayakan ulang tahun sang raja Inggris.
“Ini kesempatan kami untuk merayakan hubungan kami dengan Kota Bogor. Kedatangan Royal band menunjukkan sebuah tradisi militer dari Inggris yang bisa kita bagikan bersama teman-teman di sini. Bisa mempersatukan tradisi Inggris dan juga tradisi Indonesia,” papar Matt.
Baca juga: Berkunjung ke Markas UNESCO, Wali Kota Bogor Dorong KRB Jadi Situs Warisan Dunia
Lalu kenapa memilih Kebun Raya Bogor? Matt mengatakan bahwa KRB memiliki hubungan yang kuat dengan Inggris. Diawali dengan Stamford Raffles yang menjabat sebagai Letnan Gubernur di Jawa, bertempat tinggal di Istana pada tahun 1811 dan memiliki taman dengan lanskap gaya Inggris, yang kemudian menjadi inspirasi bagi Kebun Raya.

Sambung Matt, Keterkaitan sejarah Inggris dengan Kebun Raya Bogor dimulai pada abad ke-18 pada masa kepemimpinan Stamford Raffles. Kebun Raya Bogor merupakan rumah bagi bunga raksasa, Rafflesia (Rafflesia Arnoldii), salah satu tanaman paling langka di Indonesia.
Matt menyebutkan Kebun Raya Bogor sangat berkesan dengan keindahannya. Ada ikatan sejarah antara Inggris dan Indonesia, Kebun Raya Bogor juga bekerja sama dengan Kew Garden yang ada di London.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kota Bogor merasa terhormat menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Yang Mulia Raja Charles III. Apalagi Kebun Raya Bogor, yang memiliki hubungan sejarah khusus dengan Inggris sejak abad ke-18.
Belakangan ini, terang Dedie, KRB menjadi bagian dari kerja sama Inggris-Indonesia untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Seperti kolaborasi antara Kebun Raya Bogor, Kew Gardens dan Departemen Riset Indonesia (LIPI).












