Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Berkunjung ke Markas UNESCO, Wali Kota Bogor Dorong KRB Jadi Situs Warisan Dunia

853
×

Berkunjung ke Markas UNESCO, Wali Kota Bogor Dorong KRB Jadi Situs Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini
Berkunjung ke Markas UNESCO, Wali Kota Bogor Dorong KRB Jadi Situs Warisan Dunia
Kebun Raya Bogor.

BOGOR, Kobra Post Online – Wali Kota Bogor, Bima Arya berkunjung ke Markas Pusat UNESCO di De Fontenoy, Paris, Prancis, Kamis (25/5) lalu. 

Dalam kunjungan tersebut, Bima Arya menemui Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO. Salah satu yang dibahas adalah terkait dengan penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO dan rencana pembangunan museum kerajaan Pajajaran, Bumi Ageung, di Batutulis, Bogor Selatan.

UNESCO merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

“Kita ingin mempercepat atau mendorong world heritage bagi Kebun Raya Bogor yang telah diusulkan sejak 2018 lalu,” ungkapnya.

Berkunjung ke Markas UNESCO, Wali Kota Bogor Dorong KRB Jadi Situs Warisan Dunia
Wali Kota Bogor di markas UNESCO.
Baca juga: Pongkor Ditargetkan Menjadi Unesco Global Geopark

Ia menambahkan, Ismunandar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO merespon baik pertemuan ini dan akan menginformasikan secepatnya terkait progres penetapan world heritage site Kebun Raya Bogor.

“Kebun Raya Bogor ini terbesar se-Asia Tenggara dan histori yang sangat bernilai, terutama dalam perkembangan ilmu sains atau penelitian di Indonesia bahkan dunia. Kebun Raya ini juga dikaitkan telah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran,” ujar Bima.

Baca juga: Gonjang Ganjing Atraksi Glow Kebun Raya Bogor

Ismunandar, kata Bima, juga menitipkan pesan agar label situs warisan dunia UNESCO yang sudah diberikan kepada daerah-daerah lain harus dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini, Bima Arya sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

“Pak Ismunandar menyampaikan kota-kota di Indonesia harus memanfaatkan label yang diberikan oleh UNESCO kepada situs budaya seperti Sawahlunto dan Yogyakarta yang akan masuk nanti. Kita seringkali dianggap belum memanfaatkan dengan baik cap atau labeling oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Di negara lain, tempat yang sudah dijadikan warisan dunia selalu ramai dikunjungi wisatawan karena dikemas dengan baik,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *