Kemenperin Boyong Enam IKM Perhiasan Mejeng di Pameran Hongkong

oleh -1.392 views
Kemenperin Boyong Enam IKM Perhiasan Mejeng di Pameran Hongkong

JAKARTA, Kobrapostonline.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Boyong Enam IKM Perhiasan Mejeng di Pameran Hongkong Jewellery and Gem Fair 2019.

Hal tersebut merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin dalam mendorong pengembangan industri perhiasan nasional. Agar mampu berdaya saing di kancah global, yaitu dengan memfasilitasi sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) perhiasan.

“Fasilitasi ini bagian dari implementasi program pemasaran produk IKM dalam negeri melalui kegiatan partisipasi pameran di luar negeri. Bagi sektor IKM aneka dan kerajinan khususnya produk perhiasan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemeperin Gati Wibawaningsih dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (29/09/2019).

Dirjen IKMA menjelaskan, pihaknya memboyong sebanyak enam pelaku IKM perhiasan nasional untuk “mejeng” di pagelaran tingkat internasional tersebut. Kegiatan ini telah berlangsung pada tanggal 18-22 September 2019 di Hongkong Convention and Expo Center.

Hongkong Jewellery and Gem Fair adalah salah satu pameran terbesar di dunia. Disektor pehiasan dan batu mulia yang diselenggarakan setiap tahun di Hongkong oleh UBM Asia.

“Keenam IKM yang tampil adalah Yani Silver, Dian Silver, Ragendamop Jewellery, P3GAI, Vite Jewellery dan Prato,” sebutnya.

Gati optimistis, melalui partisipasi di ajang tersebut. Menjadikan peluang bagi para pelaku IKM perhiasan nasional untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar eskpornya. Ini sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini guna memacu devisa dan menekan defisit neraca perdagangan.

“Apalagi, kita didukung dengan kondisi perekonomian yang cukup stabil dan perbaikan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, pemerintah sedang fokus mendorong pengembangan sektor industri melalui berbagai kebijakan. Seperti kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal,” ujarnya.

Baca juga : Jalan Lingkar Sukatani Bekasi Paket 3 Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *