Scroll untuk baca artikel
Nasional

2 Strategi Kemenperin Bangun Industri Hijau

1984
×

2 Strategi Kemenperin Bangun Industri Hijau

Sebarkan artikel ini
2 Strategi Kemenperin Bangun Industri Hijau
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) didampingi Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi.

JAKARTA, Kobra Post Online – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dalam upaya pembangunan industri hijau dapat berjalan dengan 2 strategi. Di antaranya yaitu menghijaukan industri yang sudah ada (greening the brown Industry) dan penciptaan industri baru sesuai prinsip industri hijau (developing the new green industry).

“Untuk mendorong percepatan implementasi industri hijau yang berdaya saing, Kemenperin memiliki program prioritas seperti peningkatan efisiensi produksi dan sumber daya. Lalu, pengembangan bahan baku ramah lingkungan (material hijau), dan produk hijau,” kata Agus di Jakarta, Selasa (17/5).

Selanjutnya, sambung Menperin, percepatan implementasi juga didorong melalui efisiensi energi dan pemanfaatan energi bersih, serta energi baru dan terbarukan (EBT). Kemudian, penurunan emisi gas rumah kaca, polusi dan limbah, efisiensi dan ketahanan air sektor industri, penerapan ekonomi sirkular dan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery), serta peningkatan dan perluasan pekerjaan hijau (Green Jobs).

“Program-program prioritas yang telah berjalan, kami harapkan dapat terus meningkatkan daya saing sektor industri tanpa mengorbankan fungsi lingkungan hidup dan terjaminnya kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Baca juga : Menperin Dorong Impelementasi Ekonomi Hijau

Menurut Agus, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong keseimbangan antara pertumbuhan sektor manufaktur dengan kelestarian lingkungan. Di tengah pertumbuhan positif sektor industri nonmigas sebesar 3,67%, dengan sisi penyerapan tenaga kerja meningkat sebanyak 1,2 juta orang, Kemenperin juga terus berupaya agar industri nasional bertransformasi menuju industri hijau.

“Melalui upaya transformasi tersebut, kami mengharapkan sektor manufaktur berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Serta transisi energi hijau menuju karbon netral dan ekonomi hijau di bumi Indonesia,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *