Deden menceritakan, suatu hari dirinya turun ke wilayah untuk bersosialisasi dan sempat bertemu dengan seorang ibu sebatangkara yang hanya menunggu belas kasihan dari tetangganya.
“Si Ibu itu mengadu belum pernah sama sekali menerima bantusan sosial (bansos) dari desa. Bukankah pemerintah menyiapkan bansos untuk membantu masyarakat seperti si ibu itu?,” tanya Deden.
Baca juga: Ini 4 Calon Kades Ciomas Rahayu Sesuai Nomor Urut
Keluhan soal bansos, kata Deden, juga diutarakan sejumlah ibu-ibu lainnya, karena pembagiannya dinilai tidak adil.
“Persoalan ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) jika nanti terpilih menjadi kepala desa. Jadi perlu pendataan ulang mana yang berhak menerima bantuan dan mana warga yang tidak layak menerima bantuan,” pungkasnya.












