Scroll untuk baca artikel
Infrastruktur & Properti

Pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran di Desa Neglasari Bogor Capai 90 Persen

×

Pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran di Desa Neglasari Bogor Capai 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Dayeuh Pakuan Pajajaran di Desa Neglasari, Dramaga, Kabupaten Bogor

BOGOR, Kobra Post Online – Pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran di Kampung Melayu, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah mencapai 90 persen. Proyek yang dikerjakan sekitar 30 hari tersebut kini memasuki tahap penyelesaian sebelum nantinya diresmikan dan dibuka untuk umum.

Meski belum rampung sepenuhnya, keberadaan Dayeuh Pakuan Pajajaran mulai menarik perhatian masyarakat. Banyak warga penasaran ingin mengunjungi kawasan tersebut, mengeksplorasi berbagai sudutnya, hingga mengabadikan momen untuk dijadikan konten di media sosial.

Pantauan Kobra Post Online di lokasi menunjukkan, kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung akan disambut gapura bertuliskan “Selamat Datang” yang dipadukan dengan pagar bambu di sekeliling kawasan. Marka jalan dengan kombinasi warna hijau, putih, dan merah turut menambah keunikan suasana.

Kawasan ini membentang di tepi perkebunan palawija dengan latar belakang Gunung Salak. Pemandangan tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata lokal, khususnya bagi masyarakat yang ingin berfoto, bersantai, maupun membuat konten untuk media sosial.

Selain menawarkan suasana alam, Dayeuh Pakuan Pajajaran juga terintegrasi dengan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, peternakan domba, budi daya ikan lele dan nila, hingga pengembangan kampung ramah lingkungan dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran Tinggal Tahap Penyelesaian

Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana, mengatakan pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran di Kampung Melayu telah mencapai 90 persen. Pekerjaan yang tersisa terutama berupa perapian bagian belakang di Gang Saluyu.

“Insyaallah beberapa hari ke depan pembangunannya akan tuntas 100 persen,” ujar Yayan.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut tidak hanya dikembangkan sebagai ruang publik, tetapi juga dihubungkan dengan berbagai program desa, seperti pengelolaan sampah, kampung ramah lingkungan, perkebunan palawija, kolam pemancingan, serta sentra UMKM.

Menurutnya, keterpaduan berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Desa Neglasari, baik dari sisi lingkungan, ketahanan pangan, maupun perekonomian warga.

Dayeuh Pakuan Pajajaran Akan Diresmikan dan Dibuka untuk Umum

Pemandangan kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran

Setelah seluruh pekerjaan selesai, Pemerintah Desa Neglasari berencana menggelar syukuran sekaligus meresmikan Dayeuh Pakuan Pajajaran.

Yayan mengatakan, peresmian tersebut akan menjadi penanda bahwa kawasan itu siap dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang berkumpul dan beraktivitas.

“Nanti kita adakan syukuran atas kelancaran pembangunan sekaligus meresmikan Dayeuh Pakuan Pajajaran Kampung Melayu agar secara resmi dibuka untuk umum,” katanya.

Pembukaan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus menghidupkan aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

Car Free Day Digelar Setiap Sabtu dan Minggu

Setelah diresmikan, kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran direncanakan menjadi lokasi kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Sabtu dan Minggu.

Menurut Yayan, ruas jalan di kawasan tersebut nantinya akan ditutup bagi kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, pada pagi hingga siang hari selama pelaksanaan kegiatan.

“Nanti jalan itu ditutup untuk kendaraan bermotor, mobil dan motor, dari pagi hingga siang hari,” terangnya.

Kegiatan Car Free Day tersebut direncanakan diisi dengan aktivitas olahraga pagi dan bazar UMKM. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarwarga dan membuka peluang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal.

Dengan adanya bazar tersebut, produk-produk usaha masyarakat setempat diharapkan semakin dikenal dan memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Masyarakat Diajak Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Kawasan

Yayan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Dayeuh Pakuan Pajajaran agar tetap bersih, asri, nyaman, serta tidak cepat mengalami kerusakan.

Ia menilai, pemeliharaan kawasan menjadi tanggung jawab bersama mengingat pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga fasilitas yang tersedia, membuang sampah pada tempatnya, serta mempertahankan kebersihan dan keindahan lingkungan agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pemdes Neglasari Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Keuangan

Pada kesempatan itu, Yayan Mulyana menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau yang dikenal sebagai Jaro Ade, atas bantuan keuangan untuk pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran dan pelaksanaan sejumlah program wajib desa lainnya.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Neglasari mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) atas diberikannya bantuan keuangan untuk pembangunan Dayeuh Pakuan Pajajaran dan beberapa program wajib lainnya yang harus kami laksanakan untuk mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang, Dramaga Tohaga dan Neglasari Bedas,” pungkasnya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 90 persen, Dayeuh Pakuan Pajajaran di Desa Neglasari diharapkan segera rampung dan menjadi ruang publik yang mendukung kegiatan sosial, pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta pertumbuhan UMKM masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *