Program Ketahanan Pangan Desa Sukadamai 2026 Tetap Prioritas
BOGOR, Kobra Post Online – Program ketahanan pangan Desa Sukadamai tetap berjalan meski Dana Desa 2026 mengalami pengurangan signifikan dari pemerintah pusat. Pemerintah desa memastikan program prioritas tersebut tetap dilanjutkan karena manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Desa Sukadamai, H. Pepen Supendi, menegaskan komitmen tersebut saat ditemui di lokasi peternakan ayam petelur di Kampung Cilubang RT 003 RW 002, Rabu (25/02/2026).
“Kalaupun anggaran Dana Desa dipangkas, program ketahanan pangan tetap berjalan,” tegas Pepen di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
1.000 Ekor Ayam, 500 Sudah Bertelur
Program ketahanan pangan 2025 yang dikelola TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 1.000 ekor ayam petelur yang masuk sejak 16 Desember 2025, sekitar 500 ekor sudah mulai bertelur.
Produktivitasnya pun cukup baik. Dalam 1 kilogram telur terdapat sekitar 17–18 butir per hari.
“Kita berharap produktivitas terus meningkat. Minimal biaya operasional bisa tertutup agar perputaran uang lebih cepat,” jelas Pepen.
Penjualan telur diprioritaskan untuk warga Desa Sukadamai. Jika kebutuhan desa terpenuhi, barulah dipasarkan ke luar wilayah.
Budidaya Jamur Tiram
Selain peternakan ayam, Desa Sukadamai juga mengembangkan budidaya jamur tiram di Kampung Kuripan RW 05. Program ini menjadi alternatif penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal.
Menurut Pepen, tujuan utama program ketahanan pangan adalah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat desa.
Anggaran Ketahanan Pangan 2026 Hanya Rp30 Juta
Akibat pengurangan Dana Desa 2026, alokasi untuk ketahanan pangan ikut menyusut.
“Kami mengalokasikan sekitar Rp30 jutaan untuk 2026. Fokusnya memperkuat peternakan ayam petelur dan kemungkinan penanaman jagung sesuai arahan rapat,” tegasnya.
Meski anggaran terbatas, pemerintah desa memastikan program tetap berlanjut secara bertahap dan terukur.
2022–2024: Sukses Ternak Domba Garut
Pada periode 2022–2024, program ketahanan pangan Desa Sukadamai fokus pada peternakan Domba Garut.
Awalnya dipusatkan di Kampung Cilubang, namun karena populasi meningkat, ternak kemudian disebar ke beberapa wilayah. Saat ini populasi mencapai sekitar 190 ekor dan dirawat oleh para petani dengan jumlah bervariasi, mulai 10 hingga 30 ekor per orang.
Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi warga.
Pemerintah Desa Sukadamai berharap alokasi Dana Desa ke depan dapat kembali normal agar pembangunan infrastruktur dan pengembangan ketahanan pangan bisa berjalan lebih maksimal.
“Kami berharap dana desa kembali normal agar desa bisa membangun dan mendukung swasembada pangan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Pepen.
FAQ
Apa itu Program Ketahanan Pangan Desa Sukadamai?
Program berbasis dana desa yang fokus pada peternakan ayam, domba Garut, dan budidaya jamur tiram.
Berapa anggaran ketahanan pangan 2026?
Sekitar Rp30 juta akibat pengurangan Dana Desa.
Berapa jumlah ayam petelur saat ini?
1.000 ekor dengan sekitar 500 ekor sudah bertelur.












