BOGOR, Kobra Post Online – Pelaksanaan pekerjaan perbaikan trotoar di Jalan Mayjen Ishak Djuarsa, Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor tersebut memiliki nilai anggaran Rp399.245.894 dan dikerjakan oleh CV Mutiara Biduri Bulan.
Sorotan muncul terkait penggunaan besi wiremesh serta ketebalan beton pada pekerjaan di lokasi. Tim Kobrapostonline.com menemukan adanya material yang secara visual diduga bukan wiremesh M6 full pada sebagian pekerjaan.
Selain itu, terdapat persoalan terkait material urukan. Pelaksana mengakui urukan yang digunakan tidak melalui proses pemadatan, sementara ketebalan beton di sejumlah titik juga menjadi perhatian.
Hasil pengukuran yang dilakukan tim Kobrapostonline.com saat proses pengecoran pada Sabtu (15/8/2026) malam menunjukkan ketebalan beton sekitar 10 sentimeter pada bagian trotoar dan sekitar 8 sentimeter pada akses jalan masuk.
Namun, temuan tersebut dibantah oleh pelaksana pekerjaan.

Pelaksana CV Mutiara Biduri Bulan, Suma Baing, mengatakan material yang diduga wiremesh M6 banci tersebut bukan bagian dari besi yang digunakan untuk pekerjaan trotoar.
“Itu besi sisa dari pekerjaan yang di Cilendek Timur, terbawa ke lokasi trotoar oleh adik saya. Tapi saya sudah instruksikan bahwa besi itu jangan dipakai,” ungkap Suma saat dikonfirmasi Kobrapostonline.com, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Infrastruktur Bogor Selatan 2026: Underpass Batu Tulis, Pelebaran Jalan & Dampaknya ke Properti
Suma menegaskan seluruh wiremesh yang digunakan dalam pekerjaan tersebut merupakan M6 full. Ia juga menunjukkan dokumentasi hasil pengukuran yang dilakukan konsultan pengawas menggunakan sigmat dengan hasil pengukuran 6,21 milimeter.
Terkait material urukan, Suma mengakui tidak terdapat pekerjaan pemadatan sebelum pengecoran.
“Memang tidak ada pekerjaan pemadatan bro. Kebetulan saya tidak menemukan material halus untuk urukan, jadi pakai yang ada saja,” jelasnya.
Mengenai ketebalan beton, Suma menyebut ketebalan yang diterapkan adalah sekitar 11 sentimeter.

Konsultan: Ketebalan Menyesuaikan Kondisi Lapangan
Konsultan pengawas, Marzuki, memberikan penjelasan berbeda mengenai hasil pengukuran ketebalan beton di lapangan.
Menurutnya, ketebalan beton untuk bagian trotoar mencapai 11 sentimeter, sedangkan bagian jalan masuk dibuat di bawah 11 sentimeter dengan mempertimbangkan kondisi eksisting.
“Untuk ketebalan beton ada dua, trotoar 11 cm dan yang jalan masuk di bawah sebelas. Karena menyesuaikan kondisi jalan, kalau dibuat sama 11 cm nanti ngegejluk (terjadi sentakan),” jelas Marzuki melalui sambungan telepon, Selasa (18/8/2026).
Marzuki juga menjelaskan bahwa penggunaan wiremesh pada pekerjaan tersebut terdiri atas satu lapis dan dua lapis.
Untuk bagian trotoar, kata dia, wiremesh dipasang satu lapis. Sementara pada akses jalan masuk, terdapat bagian tertentu yang menggunakan dua lapis.
“Untuk yang trotoar satu lapis. Sementara jalan masuk dua lapis, itu juga tidak semua, hanya jalan masuk pertama dan kedua saja. Sedangkan yang ketiga dan keempat satu lapis,” katanya.

Menurut Marzuki, perbedaan tersebut berkaitan dengan tingkat penggunaan akses jalan.
“Jadi pintu tiga dan empat hampir tertutup tidak terpakai, kecuali kalau ada event-event tertentu. Itu juga tidak setahun sekali. Saya sudah konfirmasi ke pihak Yonif 315,” terangnya.
Marzuki menyebut panjang keseluruhan pekerjaan sekitar 106,7 meter dengan lebar yang bervariasi mengikuti kondisi eksisting di lapangan.
“Lebarnya rata-rata, ada yang 3,2 meter, 2,8 meter. Jadi tergantung eksisting di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mutu beton yang digunakan berada pada kisaran fc’ 20 MPa atau sekitar K-214 hingga K-217.
Dengan adanya perbedaan hasil pengukuran di lapangan dan penjelasan dari pihak pelaksana serta konsultan pengawas, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, material yang digunakan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan kontrak dan RAB menjadi hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan pada Dinas PUPR Kota Bogor, Rukhudin Teguh saat diminta tanggapan oleh Kobrapostonline.com via pesan WhatsApp mengenai hal tersebut di atas belum memberikan penjelasan hingga berita ini ditayangkan.
“Nanti di cek, nuhun infonya,” balas Teguh via pesan WhatsApp, Selasa (18/8/2026) petang.






