Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Tuntutan Pengusaha Dikabulkan, Chusnul Digeser dari Kadis PUPR

4334
×

Tuntutan Pengusaha Dikabulkan, Chusnul Digeser dari Kadis PUPR

Sebarkan artikel ini
Tuntutan pengusaha dikabulkan
Pelantikan pejabat Pemerintah Kota Bogor di Balaikota Bogor, Jumat (3/2).

Sementara itu dalam rotasi, mutasi dan promosi, pada Jumat kemarin, Wali Kota Bima Arya juga menggeser Kepala Dinas Pendidikan Hanafi menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor menggantikan Dody Achdiat yang menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggantikan Iceu Pujiati.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dipercayakan kepada Sujatmiko Baliarto yang semula menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Baca juga: 5 Asosiasi Jasa Kontruksi Geruduk Gedung DPRD Kota Bogor

Sementara, Iceu Pujiati diangkat menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggantikan Atep Budiman yang digeser menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.

Kemudian, Kadisdukcapil dijabat oleh Ganjar Gunawan yang semula menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.

Seperti telah diduga sebelumnya, pergeseran Kadisdik Kota Bogor sudah bukan rahasia umum, karena Wali Kota Bogor Bima Arya pernah menyatakan, akan mengevaluasi menyeluruh pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Kinerja Disdik di sorot Wali Kota Bogor saat meninjau SDN Bantarjati 9 Kecamatan Bogor Utara. Saat itu Bima menyatakan, dirinya tidak mau lagi ada ruang sekolah yang ambruk. “Jadi ini masalah nyawa,” ungkap Bima kepada wartawan ketika meninjau SDN Bantarjati 9, Rabu 30 November 2022 lalu.

Bima mengatakan, Disdik harus membuat aplikasi, tujuannya ketika ada persoalan langsung tersampaikan secara baik. Ia tidak ingin SDN Bantarjati 9 kembali ambruk. “Jadi langsung dari online, sehingga kita akan tahu kondisinya seperti apa,” tegasnya.

Disdik, sambung Bima, agar selalu jemput bola mengaudit fisik sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor. “Saya tidak mau lagi ada laporan kelas ambruk, karena kelalaian dari disdik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *