Deden membeberkan biografinya sebelum pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Pendidikan sebagai guru Sekolah Dasar (SD) dari tahum 1986 -2022. Lalu, pengalaman di desa dirinya pernah menjabat pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciomas Rahayu, dan sebagai Ketua Bidang Pembangunan dua periode yaitu 1992-1997 dan 2019-2022.
“Sebetulnya saya tidak asing lagi di Ciomas Rahayu, bahkan saya pernah dipercaya menjadi Ketua RT, periode 1997-2022 di Perumahan Villa Ciomas tempat tinggal saya,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut Deden, dirinya juga pernah menjabat pengurus Koperasi Pasar (Koppas) Kebon Kembang sebagai manager pemasaran tahun 2019-2022.

Baca juga: Curugbitung, Ciomas Rahayu dan Pasirgaok Siap Gelar Pilkades
Pada kesempatan itu, Deden Ruhiyat membuka dengan emak-emak dalam dialog terungkap keluhan warga mengenai bantuan sosial (bansos) di Desa Ciomas Rahayu yang tidak adil. Karena banyak warga yang seharusnya berhak menerima bansos malah tidak kebagian. Sebaliknya ada yang justru warga yang mampu malah menerima bansos.
“Keinginan saya Pak Deden, nanti jika bapak terpilih menjadi Kades harus lebih peka melihat kondisi warga. Artinya mendata warga penerima bansos harus memang warga yang berhak menerima,” kata salah satu ibu saat menyampaikan keluhannya.
Menanggapi keluhan warga, Deden berjanji dirinya akan mendata ulang warga warga yang berhak menerima bantuan.
“Insya Allah saya setiap hari akan berada di tengah-tengah masyarakat melihat kondisi masyarakat di wilayah,” tukasnya.












