Menurt Abu, WWF terkesan dengan keterlibatan masyarakat khususnya kaum Ibu, yaitu Emak-Emak Peduli Sampah.
“Kami menjelaskan kepada mereka mengenai pemilihan sampah organik dan anorganik dengan melibatkan emak-emak peduli sampah. Untuk sampah organik kita gunakan sebagai bahan makanan maggot. Karena kami sudah punya rumah maggot yang difasilitasi oleh WWF melalui DLH Kota Bogor,” kata Abubakar yang juga selaku Ketua RW 01 Babakan.
Baca juga : Warga Bagunde Bangun Rumah Maggot

Untuk sampah anorganik, lanjutnya, warga menabung ke Bank Sampah, lalu ditimbang dan dipilah hingga menghasilkan uang. Bahkan, sampah yang di kumpulkan warga juga bisa digunakan untuk pembayaran BPJS, PDAM, rekening tagihan listrik dan pembelian gas 3 kg.
“Jadi warga RW 01 Babakan telah memanfaatkan sampah menjadi alat bayar,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, WWF adalah sebuah organisasi non pemerintah Internasional yang berdiri pada 29 April 1961. Organisasi ini menangani masalah-masalah mengenai konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. WWF adalah organisasi konservasi terbesar di dunia dengan 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan.












