Penyakit yang disebut juga sebagai penyakit anjing gila ini. Merupakan penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat atau otak yang disebabkan oleh virus rabies dari genus Lyssavirus. Ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, musang, kera, monyet dan sebangsanya
Masyarakat di 150 negara telah terjangkit rabies dan setiap tahun sekitar 55.000 orang meninggal karenanya. Jumlah kasus rabies pada manusia pertahun di beberapa negara Asia rata-rata cukup banyak. Di India misalnya 20.000 kasus, China 2.500 kasus, Filipina 20.000 kasus dan Vietnam 9.000 kasus.
Baca juga : Camat dan Lurah Kota Bogor Akan Jadi Penari di Festival Budaya Aceh
Di Indonesia tercatat ada 168 kasus. Dari 34 provinsi, hanya 10 provinsi yang sudah bebas rabies. Sedangkan 24 provinsi lainnya termasuk Jawa Barat masih termasuk daerah endemis rabies. Sekitar 98% kasus diakibatkan gigitan anjing dan 2% akibat gigitan kucing dan kera.
Rabies pada hewan di Indonesia ditemukan sejak tahun 1884. Pada manusia, pertama kali ditemukan pada tahun 1894 di Jawa Barat.
Menurut Drh Patriantariksina Randusari, M.Si, Kasi Kesehatan Hewan, Distani Kota Bogor. Saat ini Kota Bogor termasuk daerah bebas rabies dan dalam 10 tahun terakhir tidak ditemukan kasus rabies.
“Namun kita harus tetap waspada karena kita berdekatan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi yang masih belum bebas dari ancaman rabies,” katanya.
Sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan rabies. Meskipun demikian, Penyakit ini dapat dicegah dengan pengenalan dini gigitan HP dan penatalaksanaan kasus gigitan secara dini, lanjutnya.







