BOGOR, Kobra Post Online – Berbagai cara dilakukan untuk menyambut kedatangan bulan Suci Ramadan. Biasanya dilakukan dengan kegiatan tarhib Ramadan dengan berpawai yang diakhiri tausiah atau tablig akbar.
Kali ini berbeda yang dilakukan di Desa Wargajaya Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Selain diisi tablig akbar dengan menghadirkan KH. Hasanudin atau yang dijuluki Kiai Geledeg karena dalam setiap cermahnya lugas dan tegas tanpa aling-aling, juga ada atraksi debus dari Banten dan pencak silat penampilan warga Desa Wargajaya.
“Kita sengaja mengundang pemain debus dari Banten dan penampilan pencak silat dalam upaya menghidupkan seni tradisional yang lahir dari masyarakat,” kata Kepala Desa Wargajaya, Eman Suryatman kepada Kobra Post Online.

Eman menyebutkan, debus adalah kesenian tradisional yang terdapat di Provinsi Banten yang menampilkan atraksi kekebalan tubuh manusia dari berbagai macam benda tajam. Sedangkan Pencak Silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang telah menjadi bagian penting dari Kebudayaan Nusantara.
Baca juga: Susun Rencana Desa 2025, Pemdes Wargajaya Gelar Musdes
Kegiatan lainnya, lanjut Eman, juga ada penampilan marawis dan kasidah. Acara ini juga sekaligus penutupan pengajian Al Istiqomah dan Al Hidayah.
“Jadi di Desa Wargajaya ada pengajian rutin, untuk sementara selama bulan puasa diliburkan, dan hari ini penutupan pengajian,” tutur Kades yang akrab di sapa Jaro Bancet.

Lanjut Eman, dalam penutupan pengajian diisi dengan santunan kepada 81 anak yatim yang berada di Desa Wargajaya.
“Setiap anak yatim diberi santunan sebesar Rp680 ribu. Dana santunan ini diperoleh dari donasi kepala desa, staf desa, BPD, kadus dan para ketua RT dan RW. Jadi setiap bulan insentif kepala desa disisihkan sebesar Rp500 ribu, staf, BPD dan kadus 100 ribu. Sedangkan RT dan RW menyisihkan dari insentifnya Rp50 ribu setiap bulan selama satu tahun,” paparnya.
Acara penutupan pengajian dan sambut Ramadan ini dihadiri Sekretaris Kecamatan Cigudeg Suparman, Kasipem Kecamatan Cigudeg H. Heri, Kapolsek Cigudeg Kompol Uba Subroto, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.












