Atasi Kekurangan Guru, Pemkot Bogor Bakal Lakukan Merger 23 SD Jadi 11

Atasi Kekurangan Guru, Pemkot Bogor Bakal Lakukan Merger 23 SD Jadi 11
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di dampingin Kabid SD Disdik Kota Bogor, Asep Faizal Rahman.

BOGOR, Kobra Post Online – Guna mengatasi kurangnya tenaga pendidik dan kosongnya 43 posisi kepala sekolah (Kepsek) tingkat sekolah dasar (SD), Pemerintah Kota Bogor akan menggabungkan SD atau merger. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim seusai membahas persiapan kelanjutan merger SD di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Selasa (12/8).

Dedie mengatakan, ada beberapa SD yang akan  merger. Hal ini dilakukan karena defisit guru semakin hari semakin besar, sementara penambahan guru dalam lima tahun ke depan belum bisa dilakukan.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pengisian kekosongan guru, lanjut Dedie, Disdik Kota Bogor akan melaksanakan merger atau dua sekolah dijadikan satu.

“Ini salah satu jalan yang harus ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan di bidang pendidikan, khususnya kekurangan guru,” ucapnya.

Selain itu, sambung Dedie, ada 43 posisi kepsek SD yang kosong dan harus diisi. Jadi menurutnya, dengan merger akan terbantu, namun Disdik diminta untuk mengangkat kepsek  sesuai syarat yang ditentukan.

Baca juga: Peringatan Hari Anak, SDN Balungbang Jaya 3 Gelar Senam Ceria

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi menambahkan, merger sekolah menjadi salah satu strategi untuk mengantisipasi kekurangan guru, selain itu untuk mengefektifkan mutu pendidikan.

“Sebetulnya wacana lama dan tahun ini akan dipercepat dengan membuat perwali merger sekolah. Sudah disampaikan Pak Wali, kekurangan kepala sekolah 43 orang, guru SD hampir 600 orang. Jadi bagaimana bicara mutu pendidikan, kalau pengajarnya masih kurang. Merger menjadi salah satu untuk menutupi kekurangan itu,” tuturnya.

Lanjut Herry, beberapa sekolah yang akan merger di antaranya SDN Sumeru 5 dengan SDN Menteng, SDN Pengadilan 2 dan Pengadilan 5, SDN Polisi 1, 2, 4, 5 dan SDN Ciheuleut. Jumlah keseluruhan total sekitar 23 sekolah akan dimerger menjadi 11 sekolah SD.

Herry mengatakan, untuk mengatasi kekurangan guru di tingkat SD, pihaknya akan bekerja sama dengan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang magang, untuk  diberdayakan menjadi tenaga pengajar.