Sekedar mengingatkan, ketika meninjau kondisi sekolah yang ambruk, Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui, bahwa pihak sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor sejak Juni 2021 bahwa ada kondisi kelas yang mengkhawatirkan.
“Setelah itu Disdik merespon dengan melakukan perencanaan untuk menganggarkan perbaikan di 2022,” tuturnya.
Saat itu, sambil menunggu perbaikan dan mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Dinas Pendidikan telah menutup ruang kelas tersebut dan memasang peringatan bertuliskan ‘Kelas Ini Tidak Layak Digunakan’.
“Kita akan segera anggarkan gerak cepat melalui Biaya Tak Terduga di BPBD. Agar memperbaiki ini dulu untuk mengantisipasi juga pembelajaran tatap muka secara bertahap,” kata Bima saat itu.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, Disdik segera menganggarkan Rp 37 miliar untuk perbaikan sekolah tersebut bersama 21 sekolah lain yang masuk kategori rusak ringan dan berat.
Hanafi menyebutkan, untuk perbaikan dua ruang kelas SDN Otista yang ambruk, pihaknya akan menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT).
“Kondisi SDN Otista memang sudah lapuk, dan pihak sekolah pun sudah melaporkan kepada kami,” tuturnya.












