Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Antara Bung Karno dan Bung Karna

200
×

Antara Bung Karno dan Bung Karna

Sebarkan artikel ini
Bung Karno (kiri), Bung Karna (kanan).

BOGOR, Kobra Post Online – Rupanya perlu ada pendekatan khusus untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi milenial. Karena tidak sedikit generasi yang identik dengan istilah  zaman now ini belum mengenal sejarah bangsanya.

Di Kota Bogor ada sekelompok anak-anak muda yang tergabung dalam wadah yang diberinama PETJI (Pedoeli dan Tjinta Indonesia) yang terus konsisten memperkenalkan sejarah perjuangan bangsanya  kepada para generasi muda.

Kelompok yang tergabung  wadah dalam PETJI ini kerap kali menirukan penampilan tokoh- tokoh pahlawan Indonesia, seperti Ir Soerkarno (Presiden pertama Republik Indonesia) Mohammad Hatta (Wakil Presiden pertama RI), dan Jendral Soedirman.

“PETJI dibentuk pada 17 Agustus 2019 beranggotakan orang-orang  yang cinta kepada sejarah para pahlawannya. Jadi tujuan kita membentuk PETJI ini untuk melestarikan sejarah perjuangan para pendahulu yang telah merebut kemerdekaan Indonesia,” tutur Presiden PETJI, Sukarna Hasan kepada Kobra Post Online di Saung Katulampa Sabtu (2/3) malam.

Sukarna menyebutkan, bahwa dirinya terpanggil ketika merenungi perjuangan para pahlawan yang mati-matian, habis-habisan membela dan mempertahankan Indonesia. “Lalu apa yang bisa lakukan untuk bangsa ini?,” kata lelaki yang akrab disapa Bung Karna itu.

Dari renungan itu, kata Bung Karna, dirinya bangkit dan bergerak. “Saat itu tepat pada tanggal 17 Agustus 2019, saya mengajak anak dan istri saya, mengunjungi Museum Peta (Pembela Tanah Air) di Bogor,” tuturnya.

Bung Karna.
Baca juga: Heboh, Happening Art Wajah Bangsaku di Acara Bedah Buku 17 Rahasia Bung Karno

Lalu keesokan harinya menurut Bung Karna, dirinya kembali mengajak kedua anaknya Berlian dan Jauhar mengunjungi Museum Perjuangan Bogor dengan mengenakan pakaian kostum pahlawan.

“Hari berikutnya saya pun mengajak dua orang teman dekat yait  Nano Bareno dan M. Sumarto berkunjung ke Museum Perjuangan Bogor dengan mengenakan pakaian ala Pahlawan. Saya mengenakan pakaian ala Bung Karno, Nano Bareno mengenakan pakaian ala Bung Hatta dan Sumarto mengenakan pakaian ala Kapten Muslihat. Saat itu kita naik angkot, lalu berjalan dari Taman Topi menuju Museum Perjuangan Bogor,” tutur Bung Karna.

Sukarna mengaku bahwa dirinya kerap kali mengenakan pakaian ala Presiden Soekarno. Namun rasanya tidak lengkap jika tidak mengoleksi sepeda tua “onthel”. Seiring dengan perjalanan waktu, awalnya hanya memiliki satu sepeda, kini sudah mengoleksi 10 sepeda onthel, yang juga dilengkapi koleksi barang-barang antik dan buku buku lama. Baik buku berbahasa Indonesia dengan ejaan lama maupun buku berbahasa Inggris dan Belanda.

Baca juga: 2 Jembatan di Bubulak, Pangaduan dan Martadinata

Bung Karna menceritakan, bahwa PETJI atau Pedoeli dan Tjinta Indonesia dibentuk untuk mengingatkan masa-masa perjuangan tempo dulu ketika para pahlawan merebut kemerdekaan. Sedangkan alasan memakai nama PETJI karena mayoritas pahlawan identik mengenakan peci khususnya peci hitam.

Alasan lainnya, kata dia, menjalankan amanah atau ajakan Bung Karno untuk mengenakan peci sebagai simbol Indonesia Merdeka bisa di buku Cindy Adam “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *