Ketua aksi itu mengatakan, warga merasa resah akan kondisi jalan rusak, sehingga banyak terjadi kecelakaan.
“Jalan ini sudah banyak memakan korban. Baik kendaraan roda empat pengangkut sawit, hingga sepeda motor,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ciampea Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Bondan Triyana menuturkan, bahwa pertengahan Juni 2022 pembangunan jalan itu akan segera dilaksanakan.
“Pemenang tendernya sudah ada, tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Perkiraan pertengahan Juni sudah mulai pelaksanaan betonisasi jalannya,” kata Bondan saat dikonfirmasi Kobra Post Online via ponselnya, Selasa (10/5).
Bondan menegaskan, aksi masyarakat sebetulnya memiliki tujuan yang sama dengan pihaknya, yakni mendorong agar jalan itu segera diperbaiki.
“Tujuannya sama sebetulnya, mereka melalui aksi di jalan, kalau kita melalui bagian dalam dinas. Progres utama kami untuk proyek-proyek di wilayah Ciampea tahun ini yakni ruas jalan Warung Borong hingga perbatasan Rancabungur,” pungkasnya.












