BOGOR, Kobra Post Online – Yayasan Pesona Bumi Pasundan (YPBP) terus memperkuat komitmennya dalam program kesehatan masyarakat dengan mengintegrasikan penanggulangan HIV dan program penghijauan lingkungan di Kota Bogor.
Program CSS-HR dan penanggulangan HIV yang dijalankan YPBP kini tidak hanya berfokus pada edukasi dan layanan kesehatan bagi ODHIV (Orang Dengan HIV), tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sehat, hijau, dan produktif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketua YPBP, Arif Prianto, menjelaskan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan perawatan individu, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar.
“CSS-HR dan program penanggulangan HIV kami integrasikan dengan isu lingkungan untuk menunjukkan bahwa kesehatan ODHIV tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di Aston Bogor Hotel & Resort, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (17/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan dinas dan stakeholder terkait, di antaranya BPBD, DLH, Dinas Sosial, DISPORA, komunitas masyarakat, hingga berbagai organisasi pendukung lainnya.
Penanggulangan HIV Fokus Program YPBP

YPBP menegaskan bahwa penanggulangan HIV tetap menjadi program utama melalui berbagai langkah strategis, seperti:
- Penjangkauan populasi kunci (outreach)
- Pengurangan stigma terhadap ODHIV
- Peningkatan akses layanan kesehatan dan pengobatan
- Edukasi kesehatan berkelanjutan
Selain itu, YPBP juga mengembangkan program penghijauan berbasis pohon buah untuk mendukung nutrisi masyarakat, memperluas ruang hijau, serta meningkatkan ketahanan komunitas terhadap perubahan lingkungan.
Tak hanya menjadi penerima manfaat, populasi kunci juga didorong menjadi agen perubahan lingkungan di wilayah masing-masing.
Ajak Masyarakat dan Donatur Terlibat
YPBP membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, hingga donatur untuk mendukung program penghijauan melalui bantuan bibit tanaman maupun sumber daya lainnya.
“Dengan dukungan semua pihak, kami siap menjalankan komitmen ini secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tambah Arif.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Noerly Edlinar, mengapresiasi langkah YPBP yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Bogor dalam menambah ruang terbuka hijau.

Baca juga: Fenomena Gunung Es, Kasus HIV di Kota Bogor Tembus 6.058 Kasus
Menurutnya, penghijauan memiliki peran penting dalam menjaga iklim mikro, kualitas udara, hingga mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.
“Kami berharap jenis tanaman yang ditanam semakin beragam, tidak hanya pohon buah, tetapi juga pohon kayu keras dan bambu untuk daerah rawan longsor. Kami juga mendorong YPBP menggandeng lebih banyak stakeholder agar program ini berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.












