6 Kecamatan Jadi Perhatian Khusus PSBB Kabupaten Bekasi

oleh -815 views
Bupati Bekasi
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat menggelar konferensi pers pemberlakuan PSBB di wilayah Kabupaten Bekasi, Senin (13/4) di lobi utama Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat. (Foto : Surya S.)

BEKASI, Kobrapostonline.com – Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, diantaranya 6 kecamatan akan jadi perhatian secara khusus selama berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan memberlakukan PSBB mulai dari Rabu (15/04/2020) hingga 14 hari kedepan.

“Ada enam kecamatan yang akan kita perhatikan secara khusus. Diantaranya Kecamatan Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Cikarang Pusat dan Kecamatan Cibitung. Hal ini dilakukan karena kasus penyebaran COVID-19 terus meningkat,” katakan Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja dalam konferensi pers di lobi utama Gedung Bupati, Cikarang Pusat, Bekasi. Senin (13/04/2020).

H. Eka menyampaikan, PSSB juga akan diberlakukan untuk pabrik atau perusahaan, baik yang berada di dalam maupun di luar kawasan industri. Terkecuali perusahaan yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian, masih tetap bisa beroperasi.

“Beberapa perusahaan yang mendapat rekomendasi masih diperbolehkan beroperasi. Namun tetap harus membentuk satuan gugus tugas, dan harus memenuhi standar protokol kesehatan COVID-19,” jelasnya.

Sementara, lanjut Bupati, untuk lingkup sekolah, tempat ibadah dan yang lainnya masih menyesuaikan dengan pembatasan sebelumnya. Sedangkan untuk pembatasan moda transportasi, akan ada 12 titik  check point di wilayah Kabupaten Bekasi yang akan diisi oleh personil Dishub, Satpol PP, TNI dan Polri.

“Nantinya akan ada 12 check point penjagaan, seperti daerah perbatasan Kedungwaringin, Tarumajaya, Sasakjarang dan Cibarusah. Untuk stasiun ada Stasiun Cibitung dan Terminal Kalijaya, dan akan kita siapkan juga di gerbang tol dan pasar,” ujarnya.

H. Eka menambahkan, terkait bantuan kepada masyarakat yang terdampak adanya PSBB, ada 7 program bantuan yang akan diterima, yakni Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu sembako (bantuan pangan non tunai), Kartu Prakerja untuk pengangguran dan korban PHK, Bansos Presiden. Dana Desa, Dana Sosial Provinsi, dan Dana Sosial Kabupaten/Kota yang memberlakukan PSBB.

Bupati memastikan bantuan yang diterima oleh warga tidak akan terjadi duplikasi. Pihaknya menegaskan akan mengerahkan aparatur baik kecamatan hingga pengurus RT/RW untuk mendata seluruh warga baik yang ber-KTP Kabupaten Bekasi maupun yang belum ber-KTP tetapi berdomisili di Kabupaten Bekasi.

“Pendataan dan sosialisasi sudah mulai dilakukan, supaya bisa diselesaikan secepatnya. Hal ini agar saat PSBB dimulai, masyarakat bisa langsung mendapatkan bantuan tersebut,” papar Eka.

Baca juga : Realisasikan DD, Pemdes Bantarkaret Nanggung Hotmix Jalan Desa

Pemkab Bekasi juga sudah melakukan koordinasi dengan desa-desa untuk membuat lumbung-lumbung pangan yang akan dijadikan cadangan logistik untuk warga di pedesaan saat diberlakukannya PSBB.

“Adanya lumbung pangan ini untuk mengantisipasi warga yang belum terdata. Bantuan lumbung pangan ini juga bisa diperoleh dari masyarakat atau pun para pelaku usaha di sekitar desa maupun kecamatan,” ucapnya.

Dengan diberlakukannya PSSB di Kabupaten Bekasi, Bupati berharap seluruh masyarakat dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Agar PSBB dapat berjalan secara maksimal sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Reporter          : Surya Suep

Editor              : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *