20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir

oleh -1.005 views
20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir
Proses evakuasi korban banjir di Parung Lesang Desa Pasirranji Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

BEKASI, Kobrapostonline.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melaporkan ada 20 kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari ini.

Banjir terparah terjadi di daerah Parung Lesang Desa Pasirranji Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, dengan ketinggian air mencapai hingga 3 meter.

“Banjir di Parung Lesang bukan hal baru. Bahkan bisa dikatakan sudah langganan banjir bila musim penghujan tiba. Ketinggian air rata-rata mencapai 3 meter,” ungkap Sudomo Aris Munandar, tim BPBD saat ditemui di lokasi. Selasa (25/02).

Menurut Sudomo, penyebab banjir di wilayah Parung Lesang selain diakibatkan luapan kali Cibeet juga dampak curah hujan yang tinggi.

“Selain Parung Lesang, daerah langganan banjir lainnya di wilayah Cikarang Pusat yakni Desa Pasirtanjung, Hegarmukti, Sukamahi, Cica dan Pasirranji,” paparnya.

Dalam pantauan awak media, warga yang terjebak banjir di Parung Lesang mendapat bantuan evakuasi dari petugas BPBD Kabupaten Bekasi dan Tim SAR Batalyon D Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang turun langsung ke lokasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, warga sudah diungsikan ke tempat aman sebelum air naik terlalu tinggi,” ungkap salah seorang anggota Yon D Brimob, Ipda Sugito di lokasi banjir Parung Lesang. 

Ipda Sugito menuturkan, selain di Parung Lesang, Tim SAR juga melakukan evakuasi ke Kampung Kaliulu RT 04 RW 02 Desa Tanjungsari Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

“Ketinggian air di Kampung Kaliulu ini mencapai 2 meter lebih,” terangnya.

Satuan Brimob Polda Metro Jaya juga berhasil mengevakuasi 20 warga di jalan Industri Jababeka, Kecamatan Cikarang Selatan.

“Banjir yang cukup memprihatinkan terjadi di Perumahan Dukuh Bima, Kecamatan Tambun Selatan. Ketinggian air di perumahan tersebut mencapai 3 meteran dan merata hampir seluruh area perumahan tergenang banjir,” ucap Ipda Sugito.

20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir
Proses evakuasi korban banjir di Parung Lesang Desa Pasirranji Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Evakuasi kloter pertama, lanjutnya, dilakukan terhadap 8 balita, 11 orang dewasa dan 3 yang sakit. 1 orang langsung di bawa ke rumah sakit.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan Tim SAR dapat menghubungi nomor handphone saya. Bisa telepon langsung atau via SMS dan WhatsApp ke nomor 0812 9612 8044,” terangnya.

Baca juga : AKBP Roland Ronaldy Resmi Jabat Kapolres Bogor

Secara terpisah, Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja menetapkan status tanggap darurat banjir dimulai sejak tanggal 25 Februari sampai dengan 2 Maret 2020. Hal ini disampaikannya dalam keterangan resmi di hadapan media usai meninjau wilayah terdampak banjir yang ada di Perumahan Dukuh Bima Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (25/02).

“Ya, tadi kita sudah melakukan rapat koordinasi bersama Muspida dan dinas terkait. Hasilnya status Siaga Darurat Bencana Banjir kita tingkatkan menjadi Status Tanggap Darurat Banjir,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari lalu menyebabkan bencana banjir terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi, salah satunya di Desa Lambang Sari.

“Karena curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan bencana banjir terjadi. Laporan terakhir BPBD ada 20 Kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terdampak bencana banjir,” jelasnya.

Eka juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah dan terus melakukan langkah-langkah untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Bekasi. Dibantu oleh unsur TNI/Polri serta relawan, jajaran Pemkab Bekasi melakukan evakuasi warga yang terdampak. Dengan mendirikan posko bantuan, dapur umum serta mendistribusikan bantuan berupa makanan, logistik, maupun pakaian bersih.

“Selain membantu mengevakuasi korban banjir, kami juga akan mengaktifkan posko-posko yang ada di Kecamatan, Desa maupun Kelurahan. Untuk tetap siaga mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, mengingat curah hujan yang masih tinggi,” ucap Eka.

Bupati menghimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Bekasi agar tetap waspada dan berhati-hati, serta menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca dan kondisi seperti ini.

“Jika masyarakat membutuhkan bantuan evakuasi dan lainnya, bisa menghubungi aparat pemerintah setempat,” terangnya.

Reporter : Surya S.

Editor : Yaso

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *