Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Waspada, Kawasan Rawan Copet di Kota Bogor

2542
×

Waspada, Kawasan Rawan Copet di Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
Copet
Aksi pencopetan di Alun Alun Kota Bogor.

BOGOR, Kobra Post Online – Libur panjang lebaran dimanfaatkan masyarakat berkunjung ke tempat -tempat rekreasi.

Alun Alun Kota Bogor salah satu  tempat favorit warga Bogor dan sekitarnya untuk mengisi liburan lebaran bersama keluarga.

Kini sedang viral unggahan video diduga aksi pencopetan yang terjadi di Alun Alun Kota Bogor. Dalam rekaman video itu, seorang copet melakukan aksinya di tengah keramaian. Alhasil, satu orang pengunjung menjadi korban pencopetan.

Video kiriman netizen itu diunggah di akun Instagram @kobrapostonline, bahkan di posting di grup-grup WhatsApp dan akun media sosial lainnya.

Dalam tayangan Vidio itu terlihat seorang pria mengenakan jaket hitam, topi hitam dan bermasker mengikuti seorang pria di depannya.

Dengan hitungan detik, dompet milik seorang pria yang sedang menggendong anak, telah berpindah ke tangan copet yang langsung menjauh.

Banyak netizen yang mengomentari unggahan video itu dan mencolek akun Instagram Bima Arya Wali Kota Bogor.

Berdasarkan catatan kobrapostonline, sejak masih Taman Topi, memang banyak masyarakat mengeluhkan situasi di kawasan ini, karena seringkali terjadi aksi pencopetan.

Para pencopet itu kadang beraksinya di Angkutan Kota. Setelah berhasil melakukan aksinya di Angkot, sang copet turun di sekitar Taman Topi.

Kawasan rawan copet lainnya, sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor. Beberapa waktu lalu, Jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bogor Kota berhasil menangkapnya DZ alias Bajing (32).

Baca juga : Sesosok Wanita Tewas di Kamar Indekos Pancasan Bogor

Bajing adalah spesialis copet yang kerap melakukan aksi kriminalitasnya di JPO Stasiun Bogor. Ia tidak sembarangan memilih korban. Pelaku biasa mencopet pada Jumat hingga Senin. Sebab, pada hari-hari itu banyak orang yang datang ke Kota Bogor untuk berlibur. Dari situlah, ia mengincar dompet dan ponsel milik para wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *