Selain itu, dalam latihan upacara pemakaman biasa merupakan bentuk penyelenggaraan pemakaman bagi jenazah anggota atau purnawirawan TNI tidak dengan upacara militer. Latihan tahapan upacara pemakaman militer didahului dengan upacara pengantaran dan penyambutan, hingga persemayaman jenazah.
“Penting untuk diketahui bersama, bahwa rangkaian upacara seperti ini akan selalu ada. Sehingga kita bekali diri pribadi baik secara teori maupun praktek di lapangan agar dapat selalu siaga, senantiasa seandainya ada kegiatan seperti ini,” ujar Kasubgar.
Pada kegiatan ini, Pasi Ops, Kapten Inf Rusli mengawali latihan dengan penjelasan secara teori, dilanjutkan simulasi rangkaian upacara dari pengantaran atau penyambutan jenazah hingga pemakaman militer.
Seluruh peserta Subgar Bogor antusias mengikuti tahap demi tahap rangkaian upacara. Disimulasikan bahwa rumah duka terletak di Lobi Subkogartap Bogor dan tempat pemakaman umum berada di lapangan apel.

Baca juga: Anak Jalanan di Kumpulkan, Polresta Bogor Kota Sosialisasi Bahaya Narkoba
Peserta diberikan tugas masing-masing sebagai perwira, inspektur, komandan upacara, pembawa acara, pengusung jenazah, pembawa foto, pembawa karangan bunga, pelayat, pasukan upacara dan pasukan salvo.
Lebih lanjut Kepala Staf Komando Garnisun (Kaskogartap) II/Bdg, Marsma TNI Yudi Bustami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para peserta latihan di satuan bawah, atas dedikasi dan semangatnya. Khususnya kepada pemberi materi yang telah mentransfer ilmunya kepada prajurit pelaku LDS.
“Walau keterbatasan personel, sarana dan prasarana yang ada, tapi tetap bisa dilaksanakan. Sehingga bisa digunakan sebagai bekal penugasan ke depannya. Latihan harus dilaksanakan secara terus-menerus agar mencapai standar kemampuan yang diinginkan,” pungkas Yudi Bustami.












