Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Awal 2024 Skybridge Stasiun Bogor dan Paledang Siap Beroperasi

148
×

Awal 2024 Skybridge Stasiun Bogor dan Paledang Siap Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Awal 2024 Skybridge Stasiun Bogor dan Paledang Siap Beroperasi
Skybridge (jembatan pejalan kaki) Stasiun Bogor menuju Stasiun Paledang.

BOGOR, Kobra Post Online – Progres pembangunan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang sudah mencapai 72 persen. Rencananya awal tahun 2024 sudah mulai bisa dimanfaatkan.

“Berdasarkan laporan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Bogor-Sukabumi, bahwa pembangunan jembatan pejalan kaki yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Paledang rencananya akan dioperasikan awal tahun 2024,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam rilis yang diterima Kobra Post Online dari Pemerintah Kota Bogor.

Dedie menyampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Paling utama, bahwa skybridge akan menimbulkan bangkitan ekonomi masyarakat.

“Salah satunya kami ingin nanti skybridge bisa dikoneksikan dengan salah satu plaza, yang nantinya akan dijadikan tempat penampungan UMKM,” harapnya.

Sehingga, lanjutnya, kalau bisa nanti di situ difungsikan sebagai pusat oleh-oleh Bogor, maka terjadilah bangkitan ekonomi penumpang kereta api akan belanja di salah satu plaza yang ada di Bogor.

Dedie mengatakan, ada beberapa hal yang butuh penyelesaian akhir. Seperti akses masuk dan keluar dari skybridge ke areal Alun-alun Kota Bogor. Termasuk di dalamnya pengaturan apakah bisa masyarakat naik turun, atau hanya khusus penumpang kereta.

Baca juga: Tahun 2023 Ini, Skybridge Jalan Kapten Muslihat Bogor Bakal Rampung

Ia juga menegaskan, pembangunan skybridge jangan sampai merugikan masyarakat. Sehingga ke depannya tidak menutup kemungkinan ada skema MoU untuk permasalahan pedagang sekitar skybridge dan perlu dibahas lebih lanjut.

Timbul pula opsi lain untuk langkah antisipatif masalah kriminal. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin memberikan jaminan kepada masyarakat pengguna skybridge dengan rasa aman dari copet.

Soal tanggung jawab, Dedie menuturkan, perlu diatur mana yang menjadi area tanggung jawab Pemkot dan PT KAI.

“Perlu dipasang IT dan CCTV untuk memastikan masyarakat pengguna kereta api semakin aman, nyaman dan mudah mengakses,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *