Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Seorang Santri di Leuwiliang Ditemukan Tewas Dalam Septic Tank

1010
×

Seorang Santri di Leuwiliang Ditemukan Tewas Dalam Septic Tank

Sebarkan artikel ini
Seorang Santri di Leuwiliang Ditemukan Tewas Dalam Septic Tank
Tempat ditemukannya remaja berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia.

BOGOR, Kobra Post Online – Seorang remaja berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia didalam Septic tank Desa Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, Rabu (7/8).

Korban diketahui bernama AS adalah seorang santri di salah satu pesantren di wilayah Leuwiliang. AS ditemukan sudah tidak bernyawa oleh salah satu santri yang sedang berada di kamar mandi dan mencium aroma busuk yang bersumber dari belakang kamar mandi.

Merasa penasaran akan sumber bau busuk tersebut, ia mencoba mengecek bagian belakang kamar mandi dengan cara menaiki ventilasi, hingga santri itu pun dikejutkan dengan adanya sesosok mayat pada bagian septic tank.

Polsek Leuwiliang Polres Bogor yang menerima informasi terkait temuan mayat tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian. Guna melakukan evakuasi terhadap jasad AS maupun menggelar olah TKP.

seorang.
Baca juga: Seorang Wisatawan Meninggal Dunia Saat Menuju Lokasi Wisata Sukamakmur

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Supriyanto menjelaskan, dari informasi yang didapatnya dari pihak pengurus pesantren. Bahwa korban AS Ini telah di cari keberadaannya sejak satu minggu yang lalu semenjak hilang dari lingkungan pesantren.

“Jadi korban hilang sejak satu minggu yang lalu, upaya pencarian terhadap AS sendiri sempat di lakukan dengan mencari di sekitaran pesantren, ataupun dengan menanyakan kepada pihak keluarga. Namun tidak membuahkan hasil, hingga pada akhirnya yang bersangkutan ini di temukan telah meninggal dunia di dalam septic tank yang berada di belakang kamar mandi,” jelasnya.

Baca juga: Tiba-Tiba Diserang Membabi Buta, Seorang Pelajar Tewas

Dari hadin penyelidikan, kata Kapolsek, dugaan meninggalnya korban ini akibat terjatuh dari ventilasi kamar mandi.

“Jasad korban sempat kita evakuasi ke RSUD Leuwiliang guna dilakukan visum, namun dari pihak keluarga korban menolak untuk di lakukan tindakan autopsi,” ucapnya.

Kompol Agus mengatakan,  jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan secara layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *