Seiring perjalananya waktu, sambung Herie, pada tahun 2019 grup ini berkembang menjadi Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra yang menaungi anak-anak Jalanan terutama Yatim Piatu dan anak-anak kurang mampu.
“Keboen Sastra itu adalah Kumpul Bersama Saatnya kita berkarya,” terangnya.
Saat ini, sambungnya, sudah sekitar 100 anak yang dibina melalui kelas pengajian, kejar paket, bahasa Inggris dan musik.
“Kami juga menyekolahkan anak-anak jalanan ini ke sekolah umum dan sudah ada juga yang difasilitasi ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menurut Herie, dengan berbagai kelas formal maupun non formal yang diadakan oleh Keboen Sastra ternyata banyak bakat yang terpendam dalam diri anak-anak, namun belum terfasilitasi dengan baik. Maka dari itu, Rumah Kreatif Keboen Sastra untuk mengumpulkan karya-karya mereka dalam bentuk album mini berjudul Revolusi Mental.
Herie menambahkan, sebagai bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang sudah berkreasi dan berinovasi Rumah Kreatif Keboen Sastra berencana menggelar Roadshow di 6 Kota Jawa dan Bali.
“Mohon dukungan dan partisipasi dari Bapak Presiden Jokowi,” harapnya.












