Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Presiden Jokowi Amini Bima Arya Terkait Konsep Keberlanjutan

697
×

Presiden Jokowi Amini Bima Arya Terkait Konsep Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

BOGOR, Kobra Post Online – Kota-kota di Indonesia memiliki potensi kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia yang unggul dan juga kaya akan ide serta gagasan.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus APEKSI, yang juga Wali Kota Bogor, Bima Arya saat memberikan laporan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dibuka Presiden Joko Widodo di Puri Begawan, Bogor, Jumat (15/12) lalu.

Menjadi Ketua Dewan Pengurus APEKSI selama tiga tahun, Bima Arya melihat bahwa ada hal yang luar biasa dan membuat optimis menjemput Indonesia Emas 2045.

Bima Arya menyampaikan bahwa kota-kota di Indonesia penuh dengan potensi, tidak saja sumber daya manusia, sumber daya alam tetapi juga kaya akan ide dan gagasan.

“Nah karena itu kita bayangkan kota-kota di Indonesia, 21 aglomerasi di Indonesia, ada aglomerasi Bandung, Surabaya, Makassar, Padang dan lain-lain bergerak sinkron, akselerasi yang dinamis antara pusat provinsi dan kota, maka Indonesia Emas betul-betul bukan angan-angan lagi,” ujar Bima Arya.

Baca juga: APEKSI Dukung Pemindahan IKN, Bima: Ini Langkah Berani dan Visioner

Meski demikian, Bima Arya menyampaikan satu keyakinan, bahwa potensi diferensiasi yang dahsyat itu tidak akan ada artinya tanpa konsistensi.

“Belajar dari perkembangan kota-kota besar di negara-negara hebat yang utama adalah konsistensi. Bukan gagasan yang berubah setiap pergantian kepemimpinan, tapi keberlanjutan gagasan-gagasan dahsyat yang terus dilanjutkan siapapun pemimpinnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, konsistensi pada hilirisasinya, konsistensi pada green ekonominya, konsistensi pada transformasi dan reformasi birokrasi.

“Serta konsistensi untuk bersama-sama membangun, seperti tema Munaslub kali ini adalah konsistensi di masa transisi,” terangnya.

Transisi itu, lanjut Bima Arya, bukan saja transisi masa kepemimpinan, tapi transisi secara perencanaan untuk memastikan perencanaan di tingkat kota, provinsi dan pusat sinkron dan selaras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *