Relawan IMM Bogor Bangun Sekolah Darurat

oleh -1.522 views
Relawan IMM Bogor Bangun Sekolah Darurat

BOGOR, Kobrapostonline.com – Relawan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah) Bogor bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Modern An Nida, membangun sekolah darurat untuk SDN Cisarua 02 yang berlokasi di Desa Cisarua Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Dani Ardiansyah selaku relawan dari IMM Bogor mengatakan, bencana banjir dan longsor awal tahun 2020 lalu membuat aktifitas sebagian siswa SDN Cisarua 02 terhenti.

Sehingga akses jalan menuju sekolah tersebut belum dapat ditempuh. Oleh karena itu dengan peralatan seadanya seperti kayu, Trepal, bambu dan tali, pihaknya membuat sekolah darurat dibantu warga sekitar.

“Dibangunnya sekolah darurat ini karena sebelumnya para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di masjid kecil. Itupun inisiatif dari guru yang berada di sekolah SDN Cisarua 01. Makanya kita buat sekolah darurat ini,” katanya, Rabu (05/02).

Menurut Dani, kondisi tersebut tidak boleh berlarut-larut. Pendidikan sebisa dan secepat mungkin harus dihidupkan lagi. Dengan membangun kembali rutinitas harian dan membantu mengembalikan rasa normal. Sekolah menjadi suatu bentuk ruang terapi di tengah-tengah kehancuran.

“Masa depan pendidikan anak dipertaruhkan. Tak semua anak bisa menikmati pendidikan yang layak terutama di daerah terdampak bencana. SDN Cisarua 02 sebelumnya terletak di Kampung Cisalak, namun sebagian warganya mengungsi kesini Kp. Cisarua Desa Cisarua,” jelasnya.

Baca juga : Dengan Bengkel WTP, Pemkot Bogor Optimistis Raih WTP ke-4 dari BPK

Dani menuturkan, sedikitnya ada 23 siswa Sekolah Dasar  (SD) dan 3 murid PAUD belajar di sekolah darurat. Adapun materi-materi yang diajarkan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan fokus satu bulan ini pendidikan Agama Islam.

“Kita mencoba untuk selalu memotivasi semangat belajar. Mengingat anak-anak masih dihantui rasa takut, terlebih jika curah hujan turun berlangsung cukup lama. Mari kita sama-sama bahu membahu untuk mengembalikan hak-hak pendidikan yang terkena dampak bencana longsor, yang sudah seharusnya mereka dapatkan pendidikan seutuhnya. Permasalahan longsor di Bogor Barat belum selesai, maka jangan cepat-cepat pula menarik masa tanggap bencana,” tuturnya.

Terakhir, relawan IMM itu berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk memperhatikan pendidikan anak-anak korban bencana.

“Jangan sampai mereka kehilangan jejak langkah pendidikan, yang kemudian bermalas-malasan dalam belajar,” pungkas Dani.

Ditempat yang sama Ustad Dede Fajrin selaku Pimpinan ponpes modern An-Nida mengatakan, jangan sampai bencana ini memutus mata rantai pendidikan.

“Kita harus ikut memperhatikan pendidikan anak-anak di pengungsian, sebab ini tanggung jawab kita semua,” tandasnya.

Reporter : Andres

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *