Lanjut Atang, aspek ini menurutnya diperkuat dengan ekologi yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. Pembangunan harus terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Degradasi lingkungan yang telah terjadi selama ini harus dihentikan dan harus mulai dilakukan usaha-usaha untuk melestarikan lingkungan,” ucapnya
Ia menjelaskan, Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yaitu upaya mewujudkan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan keadilan. Permasalahan kemiskinan dan sulitnya mendapatkan lapangan kerja akibat pandemi covid-19, harus diselesaikan dengan program ekonomi yang konstruktif dan bisa dirasakan oleh semua warga Kota Bogor.
Selain itu, Program pembangunan harus dirasakan oleh seluruh wilayah dan seluruh warga Kota Bogor. Sebab itulah substansi dari pemerataan kesejahteraan dan keadilan.
“Oleh karena itu, mari kita satukan gerak langkah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan melalui kinerja yang lebih baik agar terwujud Kota Bogor yang nyaman, maju, tentram, damai, gemah ripah loh jinawi bagi semua masyarakat Kota Bogor,” tukasnya.
Sambutan Wali Kota Bogor pada rapat paripurna
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam rapat paripurna mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dengan hati. “Bekerja dengan hati itu sebagai bentuk rasa bersyukur,” katanya
Bima menambahkan, saat ini pelaksanaan HJB bisa digelar kembali. Seperti diketahui pelaksanaan HJB tidak bisa terlaksana karena adanya pandemi covid 19.
“Hari ini kita syukuri perjalanan panjang kota ini sudah menginjak usia ke 540 tahun. Hanya karena takdir Allah dan ikhtiar kita, kondisi dan situasi kota Bogor sudah kembali ke kondisi normal dan siap memasuki masa endemi sehingga kita bisa mulai merayakan HJB dengan meriah dan penuh rasa kebersamaan,” ungkapnya.












