BOGOR, Kobra Post Online – Ketua Tim Teknis Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Bela Rakyat (LSM Kobra), Rangga Anggoro menuding pekerjaan proyek Peningkatan Saluran Drainase Jl. Mayjen Ishak Djuarsa, Keluarahan Gunung Batu, Kota Bogor diduga terindikasi korupsi.
Menurutnya, dugaan indikasi korupsi itu muncul saat Tim LSM Kobra melakukan investigasi lapangan pada proyek tersebut.
“Kami menemukan pemasangan uditch tidak menggunaka gelaran pasir. Kemudian tidak adanya direksi keet yang dibangun,” ungkapnya.

Rangga menjelaskan, dalam rencana anggaran biaya (RAB) itu tercantum harus dibangun direksi keet dan gelaran pasir setebal 5 sentimeter.
“Indikasinya tinggal dihitung, berapa panjang dan lebar galian dikali ketebalan kemudian dikalikan harga pasir. Untuk direksi kit sudah jelas nominal anggarannya ada di RAB,” jelasnya.
Ketua Tim Teknis LSM Kobra itu juga sangat menyayangkan pengawasan yang lemah dari pihak dinas dan konsultan pengawas.
“Kalau konsultan pengawasnya benar, saya yakin hal seperti ini tidak akan terjadi. Kami akan buat pemberkasan untuk bahan pelaporan,” tegasnya.
Baca juga: Realisasikan DD 2024 Tahap 1, Pemdes Rancabungur Bangun Jaling dan Drainase

Di sisi lain, Ahmad selaku kepala tukang saat dikonfirmasi mengakui bahwa tidak ada lapisan pasir dan direksi keet.
“Nanti ngobrol dulu ya kang sama pelaksananya,” ungkap Ahmad saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (26/9).
Sementara itu, Arif pelaksana lapangan CV Bintang Cikolak melalui pesan whatsappnya membantah bahwa tidak ada lapisan dan direksi keet.
“Pakai pasir pak, direksi keet sudah terbangun di area lokasi pekerjaan, sekitar koridor Jl. Mayjen Ishak Djuarsa,” katanya, Senin (29/9).

Perlu diketahui, pekerjaan proyek Peningkatan Saluran Drainase Jl. Mayjen Ishak Djuarsa ini dikerjakan oleh CV Bintang Cikolak dengan anggaran sebesar Rp1.544.724.664,34 bersumber dari APBD Kota Bogor Tahun 2025 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor.





