Presiden Jokowi Dorong Pendekatan Vegetatif Dalam Penanganan Bencana

oleh -1.278 views
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi terdampak bencana alam awal tahun 2020 lalu di Desa Harkatjaya Kecamatan Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. (Foto : Andres)

BOGOR, Kobrapostonline.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong upaya pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana banjir dan longsor, di samping pendekatan fisik. Hal tersebut dilakukan dalam bentuk penanaman bibit tanaman bernilai ekonomis serta tidak merusak tanaman pencegah longsor.

“Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya secara fisik saja. Bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga yang berkaitan dengan vegetatif seperti yang sedang kita lakukan saat ini. Sehingga ekosistem yang ada tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki. Misalnya, saya berikan contoh di Sukajaya ini,” kata Presiden Jokowi di Kebun Bibit Desa Pasir Madang Kecamatan Sukajaya usai meninjau lokasi bencana di Desa  Harkatjaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Senin (03/02).

Untuk daerah Sukajaya sendiri, Jokowi menuturkan, pemerintah menyiapkan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman. Bibit tanaman tersebut terdiri atas tanaman yang memiliki nilai ekonomi seperti jengkol, durian, sirsak, hingga petai, dan tanaman yang berfungsi untuk memperbaiki ekosistem, seperti tanaman vetiver dan sereh wangi.

“Tetapi untuk yang lebih luas, kita akan siapkan lagi dalam jumlah jutaan bibit seperti ini. Jangan sampai, sekali lagi, kita hanya pendekatan fisik, tetapi pendekatan vegetatif, ekologi, ekosistem kita lakukan juga. Seperti tadi yang ditanam di Harkat Jaya, ada kemiringan dan sudah di tanam vetiver,” imbuhnya.

Presiden Jokowi
Antusias warga Desa Harkatjaya saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi

Terkait dengan program tersebut, Presiden mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,9 triliun untuk seluruh Indonesia pada tahun 2020. Pemerintah juga telah memetakan, tidak hanya daerah yang terkena bencana, tetapi juga daerah lain yang berpotensi mengalami kerusakan ekologi.

“Kita sudah petakan, misalnya kita tidak hanya yang terkena bencana, tetapi yang debit airnya sudah turun seperti Danau Toba, itu kan kita siapkan jutaan (bibit) untuk dihijaukan kembali. Saya kira nanti dari Kementerian LHK menanam sambil mengedukasi masyarakat karena yang menanam juga masyarakat,” paparnya.

Baca juga : Disdukcapil Kota Bogor Geber Cetak 52.120 E-KTP

Adapun untuk relokasi korban bencana, Kepala Negara telah meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin untuk segera menentukan lokasi. Jika nantinya akan memakai lahan PT Perkebunan Nusantara (Persero), lanjutnya, maka pemerintah pusat yang akan menanganinya.

“Kalau memang itu memakai lahan PTPN, nanti itu bagian dari pemerintah pusat, akan langsung saya perintahkan kepada Menteri BUMN untuk segera diberikan, secepat-cepatnya. Begitu land clearing selesai, PU langsung masuk, secepatnya. Kita sudah siap. Hanya tinggal penentuan lokasi dari Gubernur sama Bupati,” tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden tiba di Desa Harkatjaya sekitar pukul 10.04 WIB dengan didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ia kemudian disambut oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Reporter : Andres

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *