Dalam kesempatan ramah tamah diceritakan bahwa Mama Asy’ari pernah berpuasa selama tiga tahun. Puasa setahun pertama untuk keberkahan Bakom, tahun kedua untuk keberkahan keturunan dan masyarakat Bakom, dan puasa setahun ketiga agar hajat siapapun yang berziarah ke Mama Asy’ari diijabah oleh Allah SWT.
Baca juga: Masjid Agung Masih Mangkrak, PKS Kecewa Kepada Pemkot Bogor

Setelah bersilaturahmi dalam suasana yang amat cair dengan Mama Oid dan para asatidz, rombongan berziarah ke komplek makam Mama Asy’ari dipimpin oleh KH Lutfi Kurnaen dan doa oleh KH Taufiq Bakom.
Melanjutkan perjalanan berikutnya adalah makam keramat Empang, dilanjutkan salat magrib berjamaah di masjid tertua di Kota Bogor. Kemudian seluruh anggota rombongan dijamu makan malam oleh sesepuh Empang, Habib Ali bin Zain Alatas. Dalam jamuan itu, Habib Ali bercerita banyak tentang kiprah para sesepuh Empang dalam perjuangan kemerdekaan dan dakwah di Bogor.
Berikutnya berziarah ke makam ulama ahli falak yang berusia panjang yaitu 132 tahun Mama Falak Pagentongan. Lalu dilanjut dengan silaturahim ke dzurriyyah Mama Falak, yaitu KH Tb Agus Fauzan, yang juga pengasuh PP Al Falak, Pagentongan.
Dalam silaturahim ini Kiyai Agus berpesan agar para tokoh Islam saling bahu membahu dalam menata umat di Bogor. Pesan ini diamini oleh Ketua DPRD, Atang Trisnanto yang berjanji akan mengingatkan para kader PKS untuk selalu menjalin kerja sama dan komunikasi intens dengan seluruh stakeholder Kota Bogor dalam melayani umat.












