Wahid menjelaskan, untuk mengawali kegiatan ini pihaknya menggunakan bangunan Pendidikan Usia Dini (Paud). Karena sudah layak, memiliki dua lokal, satu kantor, satu ruang Tata Usaha (TU) dan satu kamar mandi.
“Senin sampai Jumat digunakan paud, Sabtunya kita gunakan sekolah paket. Ke depannya bisa memiliki gedung dan lokal sendiri, karena di belakang paud masih bisa perluasan bangunan,” terangnya.
Baca juga: MI Ashibyan I’anatul Huda Tanah Sareal Lahirkan Tahfidz Qur’an
Bagi siswa kurang mampu yang ingin mengikuti pembelajaran pihaknya sangat mempersilahkan.
“Karena orientasi kami, siswa harus ikut sekolah sesuai program pemerintah yaitu program sembilan tahun wajib belajar dan Bogor cerdas,” ucapnya.
Terakhir, terkait perizinan pihaknya sedang mengurus. Sementara ini, PKBM Para Cendikia masih menginduk kepada PKBM Labora Edukasi.
“Harapan saya perizinan Sekolah Para Cendikia ini bisa segera keluar, karena kalau sudah keluar kita lebih semangat lagi untuk promosi,” tutup Wahid.












