Scroll untuk baca artikel
Infrastruktur & Properti

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

294
×

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

Sebarkan artikel ini
Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

BOGOR, Kobra Post Online – Pengaspalan jalan lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor diduga terindikasi korupsi.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Teknis Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Bela Rakyat (LSM KOBRA), Rangga A. kepada Kobra Post Online, Senin (10/11).

Proyek pengaspalan jalan itu dilaksanakan oleh CV Daya Abadi dengan nilai anggaran Rp.128.203.501 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor Tahun 2025 melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

“Indikasi korupsinya terlihat pada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi pada gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil ukur tim kami di lokasi, ketebalan aspal tidak ada yang mencapai 2 sentimeter. Temuan kami, tebalnya 0,6 hingga 1,8 sentimeter, itupun dengan pemadatan yang kurang,” jelas Rangga.

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

Menurutnya ada mens rea pihak pelaksana CV Daya Abadi yang ingin mendapatkan untung lebih dan merugikan keuangan negara.

“Di sini ada niat pihak pelaksana, sehingga tidak melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi. Kita akan buat pemberkasan untuk bahan laporan ke pihak hukum nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Oji selaku pelaksana CV Daya Abadi saat di konfirmasi Kobra Post Online mengatakan bahwa proyek tersebut di dapat dari salah satu oknum LSM di Kota Bogor. 

“Ini proyek dari pak TN LSM di Kota Bogor kang dikasih ke kita untuk dikerjakan. Untuk volumenya 698 meter dengan ketebalan 2 sentimeter, lebar tergantung lokasi,” ungkapnya, Senin (10/11).

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

Ketika dicecar pertanyaan bahwa ada dugaan praktek jual beli proyek antara pihak pelaksana dengan oknum LSM tersebut, Oji mengakui hal itu.

“Mengenai kekurangan volume atau tidak sesuai spek, kita akan perbaiki kang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bantuan Teknis (Bantek) dari Dinas Perumkim Kota Bogor, Aldi Fajar mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan bersama konsultan pengawas di lokasi kegiatan pada Senin (10/11).

“Kemarin kita langsung kroscek lapangan, dan betul apa yang disampaikan tim LSM Kobra bahwa ada beberapa ruas yang merudul-merudul (rontok) istilahnya,” ucap Fajar via ponselnya.

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

Namun pihaknya telah mengintruksikan konsultan pengawas untuk mengarahkan pelaksana agar melakukan perbaikan.

“Seharusnya hari ini sudah diperbaiki, di layer ulang, cuma saya belum ada update lagi. Karena masih dalam masa pelaksanaan, kita beri waktu untuk perbaikan dan belum di opname,” katanya.

Baca juga: Pengaspalan Jalan Lingkungan Desa Pasir Eurih Tidak Transparan, Ada Apa?

Menganai spek ketebalan 2 sentimeter, Fajar menyebut tidak ada core drill aspal untuk jalan lingkungan, karena dikhawatirkan pecah.

“Secara visual memang banyak yang tipis dan betul pemadatannya kurang,” ujarnya.

Pengaspalan Jalan Lingkungan di RW 07 Kelurahan Menteng Diduga Terindikasi Korupsi

Hal itu berbeda dengan yang disampaikan Haikal selaku Konsultan Pengawas dari CV Anggareksa Raya Konsultan menyatakan bahwa hasil pemeriksanaan bersama Bantek pada Senin (10/11) semuanya sudah sesuai dengan gambar. 

“Dari lahan yang dikerjakan tercukupi sesuai dengan gambar malah lebih nanti volumenya. Ketebalnnya juga kemarin ngecek sama pak Fajar, oke 2 sentimeter malah ada yang lebih dan pemadatannya juga cukup,” beber Haikal via ponselnya. 

Namun Haikal sempat meralat pernyataannya dan menambahkan bahwa pihaknya telah mengintruksikan pelaksana untuk melayer ulang.

“Kita infokan sudah di layer ulang oleh pelaksana hari ini. Nanti ditambah perekat aspal dan di layer ulang. Kalau yang tipis-tipis bisa di bobok dulu,” tutupnya.

Pantauan Kobra Post Online di lokasi kegiatan pada Senin (11/11) sekitar pukul 12.25 WIB tidak ada pelaksanaan penambahan layer, hanya penambalan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *