Hapipudin menjelaskan, penyebab kenaikan warga miskin di Desa Rengasjajar, selain karena dampak pandemi Covid-19. Salah satu akibatnya banyak warga yang kehilangan mata pencaharian pasca banjir bandang di wilayah Kecamatan Cigudeg tahun lalu.
“Banyak warga kehilangan mata pencaharian karena lahan pertanian mereka terendam banjir,” jelasnya.
Lanjut Sekdes, penyaluran BLT kepada warga miskin merupakan realisasi dari Dana Desa Rengasjajar.
“Adapun total Dana Desa yang di terima desa kami sebesar Rp1,8 miliar. Di antaranya untuk BLT sebanyak 207 KPM,” ungkap Sekdes yang akab disapa Boy.
Baca juga : Bebas Covid 19, Pembagian BLT DD Pasirgaok Tetap Sesuai Prokes
Sementara itu Camat Cigudeg Pardi menyebutkan, hampir 2 tahun Dana Desa penyalurannya untuk BLT bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya DD yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur menjadi berkurang.
“Kami berharap KPM yang menerima BLT benar-benar sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Seperti masyarakat yang kehilangan pekerjaan, warga yang sakit, dan miskin lainnya yang terdampak pandemi Covid-19,” pungkas Boy.
Reporter : D. Alek
Editor : Yaso












