Ishak menambahkan, warga yang akan direlokasi dari Kampung Kopo, Pabangbon dan Nyungcung.
“Dari 210 unit yang diajukan, Insya Allah tahun ini terealisasi 125 unit rumah dan ditargetkan tuntas 3 bulan, kalau tidak ada halangan cuaca,” ucapnya.
Pemkab Bogor Targetkan 2500 Huntap
Sementara itu, Pemkab Bogor menargetkan untuk membangun 2.500 hunian tetap (huntap) bagi korban bencana. Namun, sejak 2020 hingga saat ini pemkab baru membangun 500 huntap.
Kepala Bidang Perumahan pada DPKP Kabupaten Bogor, Dede Armansyah mengatakan, untuk membangun huntap dibutuhkan anggaran Rp 144 miliar. “Tahap pertama kurang lebih 500-an unit,” terangnya.
Dede menjelaskan, huntap dibangun dibeberapa desa. Salah satu lokasi terbanyak berada di Desa Cileuksa berjumlah sekitar 1.400 unit. Berikutnya di Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, sebanyak 25 unit rumah.

Baca juga: Rumah Janda di Kencana Ludes Terbakar
Lanjut Dede, ada 17 desa lainnya dari 4 Kecamatan terdiri dari, Desa Cileuksa, Cisarua, Pasir Madang, Sipayung, Sukajaya, Jayaraharja, Sukamulih dan Kiarapandak di Kecamatan Sukajaya.
Kemudian, di Kecamatan Nanggung di Desa Nanggung, Cisarua, Curug Bitung, Bantar Karet, Malasari, dan Pangkal Jaya.
“Juga di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Kemudian di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, dan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur,” bebernya.
Baca juga: Pemkab Bogor Tentukan Titik Relokasi Huntap
Dede berharap Huntap akan selesai secara keseluruhan sebelum bulan November guna mencegah cuaca ekstrim yang sering terjadi saat musim hujan.
Pembangunan huntap dilakukan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir bandang dan longsor pada Januari 2020.
Selain banyak warga yang kehilangan tempat tinggal juga korban jiwa. Tercatat 8 orang dan 3 orang hilang yang kini sudah dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan.












