Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Selama Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Otista, Jalur SSA Dibuat 2 Arah

969
×

Selama Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Otista, Jalur SSA Dibuat 2 Arah

Sebarkan artikel ini
pembangunan jembatan otista
Rapat kerja Komisi III DPRD Kota Bogor dengan Pemkot Bogor.

BOGOR, Kobra Post Online – Selama pelaksanaan pembangunan Jembatan Otista, Jalan Pajajaran yang berada di sepanjang Kebun Raya Bogor akan dibuat menjadi 2 arah.

“Jadi jalur Sistem Satu Arah (SSA) akan dibuat menjadi 2 arah lagi mengarah ke warung jambu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Eko Prabowo saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kota Bogor, Senin (17/4).

Namun, guna bisa terlaksananya rekayasa lalu lintas selama pembangunan Jembatan Otista, Eko mengaku membutuhkan setidaknya 600 unit water barrier dan beberapa traffic light.

Harusnya, lanjut Eko Prabowo, kebutuhan itu disiapkan oleh pihak ketiga yakni pemenang tender proyek pembangunan Jembatan Otista. Akan tetapi hingga saat ini, pihak ketiga belum bisa menjamin akan memenuhi kebutuhan Dishub Kota Bogor.

“Ada kebutuhan beberapa traffic light. Nah, ini akan kita diskusikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), karena ini penyedia yang menyediakan. Tapi alasan mereka itu tidak ada anggaran. Padahal dari awal sudah dijelaskan untuk rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan pembangunan Jembatan Otista agar disediakan oleh pihak ketiga, karena kalau kita tidak ada anggaran,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto pun meminta kepada Dishub Kota Bogor agar segera berkordinasi dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya dan Dinas Perdagangan untuk mencari solusi atas dampak yang ditimbulkan dari penutupan jalur Otista terhadap para pedagang yang ada di sana.

“Jadi jangan sampai nanti pembangunan Jembatan Otista sudah mulai, mereka (pedagang, red) masih di situ. Kalau mau di relokasi carikan tempatnya, lakukan koordinasi. Karena kami tidak ingin dari pengerjaan proyek ini ada pihak yang dirugikan,” tegas Iwan.

Baca juga: Sopir Angkot Demo, DPRD Akan Tindaklanjuti Aspirasi Pendemo

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina, memastikan bahwa dalam pengerjaan proyek senilai Rp 52,6 miliar ini tidak akan berdampak kepada sekolah yang ada di sekitar proyek.

Menurut Rena, sekolah dan warga masih bisa berlalu-lalang di trotoar. Karena penutupan yang dilakukan oleh pihak kontraktor hanya di badan jalan dengan jarak 150 meter dari bibir jembatan untuk ke arah Tugu Kujang dan 30 sampai 50 meter ke arah Surya Kencana.

“Sedangkan untuk loading barang kita lakukan dimalam hari. Jadi kami pastikan betul keselamatan kerjanya,” tegas Rena.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin dan diikuti oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto beserta anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, R. Laniasari, Said Muhamad Mohan dan Karnain Asyhar.

Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD Kota Bogor juga memanggil Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PUPR Kota Bogor.

pembangunan jembatan otista
Baca juga: Temuan Komisi III DPRD Soal Masjid Agung

Ketua Komisi III DPRD,  Zenal Abidin menerangkan, pihaknya menghadirkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kota Bogor untuk memastikan adanya informasi yang mengatakan bahwa pemenang tender mega proyek ini bermasalah.

“Tapi berdasarkan laporan dari bagian Barang dan Jasa ke kita, mereka memastikan bahwa pemenang tender pembangunan Jembatan Otista sudah aman dan tidak bermasalah,” jelas Zenal.

Setelah menggelar rapat kerja ini, nantinya Komisi III DPRD Kota Bogor akan melakukan rapat lanjutan dan memastikan pengerjaan proyek sesuai dengan timeline yang sudah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *