Mantan Kadis Pendidikan yang akrab disapa Fahmi ini mengatakan, dari delapan korban yang terkubur longsor sudah tujuh orang yang berhasil dievakuasi, dan satu orang lagi masih dalam pencarian. “Saat ini Tim SAR masih melakukan pencarian. Mohon doanya semoga satu korban yang masih tertimbun longsor segera bisa ditemukan,” ujar Fahmi.
Meski sebagian pengungsi mengaku sudah tidak betah berada dilokasi pengungsian, namun mereka tetap bertahan. “Sebetulnya saya sudah tidak betah berada disini, karena air untuk mandi kadang tidak ngalir,” ujar Tuti (63) salah satu pengungsi kepada Kobra Post Online.
Baca juga: Kobra Post Berbagi Kepada Tukang Becak
Tuti ini merupakan salah satu warga Gang Barjo yang terdampak longsor. “Rumah saya hanya berjarak beberapa meter saja dari lokasi longsor. Saat kejadian, terdengar suara gemuruh yang sangat kencang. Begitu saya lihat, rumah keluarga Ibu Simah sudah terkubur reruntuhan longsor,” tuturnya.
Dia mengaku trauma dan berkeinginan pindah rumah dari lokasi tersebut. “Saya sudah sampaikan saat Pak Wali Kota berkunjung kesini, berkeinginan pindah rumah. Semoga pak Wali Kota bisa membantu pindah rumah ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya.
Sementara itu pantauan Kobra Post Online dilokasi pengungsian, terlihat sejumlah relawan dan petugas Puskesmas Gang Aut, Bogor Tengah, menghibur anak-anak pengungsi dengan berbagai permainan yang menyenangkan.












