Kepala SMPN 12 Kota Bogor Tegaskan Selalu Mendukung Kegiatan Siswa

oleh -1.613 views
Kepala SMP Negeri 12 Kota Bogor

BOGOR, Kobrapostonline.com – Kepala SMP Negeri 12 Kota Bogor, Sukendar MS, menegaskan bahwa pihak sekolah mendukung penuh Alvin Adnan Fattah dalam mengikuti lomba Pupuh Sunda tingkat SMP se-Kota Bogor.

“Pihak sekolah sudah menyediakan pelatih untuk Alvin, yaitu Ibu Nisa dan Ibu Helmy. Mereka melatih sebelum diiringi kecapi. Ini ada bukti daftar hadir anak-anak berlatih,” ungkap Sukendar MS saat ditemui Kobrapostonline di sekolahnya, Kamis (21/11/2019).

Sukendar menjelaskan, pihak sekolah juga mendatangkan pelatih dari luar yang mengiringi Alvin dengan alat musik kecapi.

“Pelatih sebagai pengiring Kecapi yaitu Pak Yayat. Jadi memang saat latihan di sekolah belum sempat ketemu. Karena kadang pak Yayat ada, Alvin tidak ada. Begitupun sebaliknya,” jelas Kepsek itu.

Sehingga, lanjutnya, Yayat meminta kepada anak untuk datang kerumahnya. Bahkan untuk kostum pun kami tawarkan kepada anak-anak.

“Namun Alvin menolak, karena sudah ada katanya. Jadi saya tegaskan bahwa pihak sekolah bukan tidak mendukung Alvin, justru kami dukung dengan menyediakan para pelatih,” terangnya.

Sukendar menambahkan, tidak mungkin pihak sekolah membiarkan siswa yang akan mengikuti lomba.

“Buktinya, saat berangkat diberi uang saku dan dicarikan kendaraannya. Tidak dibiarkan terlantar. Ibu Nisa dan Helmy dari awal mendampingi para siswa, tidak dibiarkan,” tuturnya.

Baca juga : Tanpa Dukungan Pihak Sekolah, Alvin Raih Juara 3 Pupuh Sunda Tingkat SMP Se-Kota Bogor

Menanggapi hal tersebut, Yonathan Nugraha selaku pengurus Forum Komite Sekolah SMP Kota Bogor menuturkan, kondisional seperti SMPN 12 sebenarnya sering terjadi pada sekolah lainnya. Kadang koordinasi sekolah dengan Komite Sekolah dan pelatih ekskul yang diambil dari luar sekolah sering bermasalah.

“Sekolah sering memberi tanggungjawab lebih kepada pelatih. Mestinya keadaan seperti ini harus diawasi bahkan didampingi oleh guru pembina. Terutama pada event di luar sekolah,” tuturnya saat dihubungi Kobrapostonline via ponsel.

Komite Sekolah, lanjut Yonathan sesuai perannya hanya sebagai fasilitator kegiatan, terutama yang tidak dibiayai oleh BOS.

“Pelatih sering kurang disiplin karena insentifnya murah. Sehingga untuk satu kegiatan yang sama, seorang pelatih seringkali melatih dibeberapa tempat. Terkadang pada waktu yang hampir sama,” ungkapnya.

Yonathan yang juga Ketua Komite SMPN 14 itu menegaskan, intinya memang tergantung kemampuan sekolah dan komite sekolah membiayai kegiatan ekstra kurikuler.

“Kalau insentifnya cukup, biasanya tuntutan kepada pelatih dan guru pembina juga maksimal,” tutupnya.

Reporter : Dede Nuriman

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *