Sementara itu Wali Kota Bogor, Bima Arya berharap agar bisa mengawal semua kegiatan bukan saja pelaksanaan tahun ini tapi juga ke depan.
Bima menekankan, ada aspek yang rawan menjadi temuan. Mulai dari lelang, penyusunan kontrak, addendum dan sebagainya. Kemudian di lapangan konsultan pengawas dan PPK.
“Tahun ini masjid (Agung) berlanjut, RSUD, pasar, perpustakaan, GOR ada dua, pedestrian,” sebutnya.
Ia meminta agar semua memperhatikan apa yang telah disampaikan Kajari dengan berkoordinasi. Supaya semua perencanaan berjalan dengan baik sesuai aturan dengan serapan maksimal.
Baca juga : Camat Wahid : Merubah Perilaku PKL Butuh Kesabaran

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menuturkan, tahun ini pihaknya merencanakan pekerjaan lelang di awal tahun. Namun ada beberapa yang harus di uji oleh inspektorat menyangkut kegiatan strategis.
“Mudah-mudahan Maret ini kami banyak melakukan lelang. Kami sudah menyiapkan KAK dan menyangkut kontrak. Mudah-mudahan master kontrak kami bisa dipadukan. Kami harapkan dalam waktu dekat bisa komunikasi lanjut dengan tim pendampingan,” jelasnya.
“Insya Allah rencana kami, semua kegiatan akan berakhir di bulan Oktober. Artinya nanti tidak ada lagi perpanjangan waktu. Ada 10 usulan yang akan dilakukan pendampingan, termasuk masjid Agung,” katanya.
Reporter : Yaso
Editor : Rangga A.












