Untuk ketahanan pangan, sambungnya, Desa Pasirgaok mempunyai enam kelompok tani. Di antaranya Kelompok Tani Caringin, Subur Tani, Makmur Tani, Fish Farm, Sawarga dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
“Dari 20 persen DD, kita sudah menyalurkan masing-masing kelompok mendapatkan Rp33 juta. Untuk kelompok tani Caringin dan Subur Tani bergerak dibidang pertanian yaitu sayur-mayur. Sementara kelompok yang lain bergerak dibidang perikanan serta peternakan, terutama budidaya ikan lele. Sedangkan KWT dibidang hasil dari ikan lele, mulai dari kulit, tulang dan daging diproduksi menjadi abon lele. Kegiatan lainnya adalah kerajinan membuat rengginang dan renggining,” terangnya.

Baca juga: Desa Pasirgaok Gelar Jalan Sehat Hingga Penyerahan Penghargaan
Delapan persen untuk PPKM, lanjutnya, dengan adanya normalisasi covid-19, maka dari itu digunakan untuk pengadaan cairan disinfektan dan obat-obatan.
“Termasuk di dalamnya ada kaitannya dengan bantuan memberikan bahan pokok dari yang terdampak. Selain itu, untuk pembinaan stunting,” bebernya.
Ia mengungkapkan, 32 persen pemberdayaan dan peningkatan kapasitas. Di antaranya pelatihan-pelatihan untuk perangkat desa, peningkatan dibidang kesehatan dan kepemudaan. “Itu yang tidak terakomodir oleh anggaran lain,” pungkasnya.












