Festival dongdang dalam memeriahkan Maulid Nabi ini sebagai ungkapan rasa syukur ummat Islam melalui kebersamaan yang dirajut dengan berkumpul bersama, berdzikir, mendengarkan tauziah dari penceramah, sholawatan, mushofahah atau bersalaman dan diakhiri dengan menikmati hidangan yang dibawa dari masing-masing RW dengan dongdangnya masing-masing.
“Momentum seperti inilah yang senantiasa kitarindukan, dengan silaturahmi, kebersamaan dalam rangkaian menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama,” ungkapnya.
Terlebih lagi, sambung Saeful, Pemerintah Desa Ciomas Rahayu akan menghadapi Pilkades pada tahun 2023 mendatang. “Kami berharap melalui peringatan Maulid Nabi dan Festival Dongdang menjadi ajang silaturahim serta mempererat tali persaudaraan diantara kita semuanya,” kata Saeful.
Sementara itu Ketua RW 14 Desa Ciomas Rahayu, Muhtadi menambahkan, sebetulnya tradisi dongdang sudah ada sejak ada sejak zaman Syeh Sarif Hidayutulloh Cirebon,Jawa Barat.
“Tujuannya waktu itu untuk bekal di jalan, dan budaya ini menjadi tradisi turun temurun sampai ke Ciomas, Kabupaten Bogor, sebagai ukhwah Islamiyah. Jadi intinya untuk kebersamaan dan lebih mempererat kebersamaan,” pungkasnya.












